Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom Peringatkan Anggotanya: Jangan Tembak Warga Sipil
Papeda.com- Juru
Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom,
memberikan peringatan keras kepada anggotanya agar tidak lagi menembak warga
sipil yang tidak bersalah. Pernyataan ini muncul setelah meningkatnya kecaman
dari berbagai pihak terkait aksi kekerasan yang terus menelan korban masyarakat
sipil di sejumlah wilayah Papua.
Sebby
menegaskan bahwa perjuangan yang selama ini mereka klaim tidak boleh diarahkan
kepada masyarakat biasa yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik.
Menurutnya, menargetkan warga sipil justru mencederai tujuan perjuangan dan
memperburuk citra kelompok di mata publik, baik dalam negeri maupun
internasional.
“Perjuangan
tidak boleh diarahkan kepada masyarakat sipil. Anggota harus tahu batasan. Jika
sampai melukai warga yang tidak berdosa, itu bukan lagi perjuangan, melainkan
pelanggaran,” ungkap Sebby dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025)
Sejumlah
tokoh masyarakat Papua pun ikut bersuara menanggapi pernyataan tersebut. Tokoh
adat asal Kabupaten Jayawijaya, Yohanes Tabuni, menyebut bahwa aksi penembakan
terhadap warga sipil selama ini sudah melanggar nilai kemanusiaan dan norma
adat yang dijunjung tinggi oleh orang Papua.
“Dalam
adat kita, hidup manusia itu sangat berharga. Ketika ada pihak yang menembak
dan menghilangkan nyawa warga sipil, itu sama saja menyalahi tatanan adat dan
membuat masyarakat takut. Apapun alasannya, tidak boleh menjadikan rakyat kecil
sebagai korban,” tegas Yohanes.
Pernyataan
Sebby Sambom diharapkan tidak hanya sebatas retorika, melainkan benar-benar
harus dipatuhi oleh anggota OPM di lapangan. Para tokoh masyarakat menegaskan
bahwa melindungi hak hidup warga sipil merupakan syarat mutlak dalam menjaga nilai
kemanusiaan di Papua.
“Jika
OPM benar ingin memperjuangkan sesuatu, jangan korbankan rakyat. Jangan lagi
ada penembakan, pembunuhan, atau penyiksaan terhadap sipil. Itu sudah jelas
pelanggaran HAM,” tutur Yohanes Tabuni menutup keterangannya.
Dengan
desakan yang semakin kuat dari masyarakat, kini bola berada di tangan OPM,
apakah akan konsisten menghentikan aksi brutal terhadap warga sipil, atau
kembali menambah daftar panjang pelanggaran HAM yang semakin menjauhkan Papua
dari kedamaian.






















