OPM Kodap XVI Yahukimo Bakar Honai dan Siksa Warga, Masyarakat Kian Resah
Papeda.com- Aksi
brutal kembali dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di
wilayah Yahukimo. Kali ini, kelompok OPM Kodap XVI yang dipimpin oleh Mayor
Enos Kobak membakar honai milik warga dan melakukan penyiksaan terhadap
masyarakat hanya karena tidak diberi bahan makanan (bamak). Tindakan tersebut
menambah daftar panjang kejahatan OPM terhadap warga sipil yang seharusnya
dilindungi.
Menurut
keterangan warga, kejadian bermula ketika sekelompok anggota OPM mendatangi
pemukiman untuk meminta bahan makanan secara paksa dengan membawa senjata api.
Namun karena masyarakat tidak memiliki persediaan yang cukup, mereka menolak
memberikan.
“Honai
itu hasil kerja keras masyarakat, tempat tinggal dan juga simbol budaya kami.
Tapi dengan mudah dibakar begitu saja. Lebih menyakitkan lagi ada warga yang
dipukul dan disiksa hanya karena tidak bisa memberikan makanan. Ini jelas
perbuatan biadab,” ungkap Yonas Kobogay, tokoh masyarakat Yahukimo, Rabu
(76/8/2025).
Aksi
kekerasan tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi warga. Banyak keluarga kini
memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena takut menjadi korban
berikutnya. Meski demikian, masyarakat menegaskan tidak akan tunduk pada
tekanan OPM dan siap bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menjaga wilayah
mereka.
Tokoh
adat Yahukimo, Markus Wanimbo, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai OPM
semakin kehilangan arah perjuangan karena justru menyasar rakyat kecil.
“Kalau
benar memperjuangkan rakyat, seharusnya mereka melindungi, bukan malah membakar
rumah dan menyiksa. Ini bukti bahwa OPM hanya mencari keuntungan dengan cara
memeras masyarakat. Mereka tidak punya legitimasi lagi di mata warga Yahukimo,”
tegas Markus.
Peristiwa
ini menambah bukti bahwa keberadaan OPM hanya menghadirkan penderitaan bagi
masyarakat Papua. Dengan membakar honai dan menyiksa warga, OPM kian
menunjukkan wajah aslinya sebagai kelompok yang jauh dari kepentingan rakyat.
Warga Yahukimo berharap aparat segera mempersempit ruang gerak kelompok
tersebut agar keamanan dan kedamaian bisa segera pulih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar