Hon
Benny Wenda dan Edison Waromi Diduga Dalang Utama Provokasi di Papua, Tokoh
Masyarakat Minta Warga Tetap Bersatu
Papeda.com-
Dua tokoh yang selama ini dikenal sebagai representasi Organisasi Papua Merdeka
(OPM) di luar negeri, Hon Benny Wenda dan Edison Waromi, kembali menjadi
sorotan publik. Keduanya diduga menjadi dalang utama di balik berbagai aksi
provokasi dan penyebaran disinformasi yang bertujuan memecah belah masyarakat
Papua dan menciptakan instabilitas di Tanah Papua. Informasi tersebut diperkuat
oleh sejumlah tokoh masyarakat dan adat di Papua yang menyatakan bahwa
narasi-narasi yang disampaikan oleh Benny dan Edison tidak mencerminkan kondisi
nyata di Papua.
Tokoh
adat dari Mimika, Markus Magai, mengatakan bahwa Benny Wenda dan Edison Waromi
bukan lagi mewakili suara rakyat Papua. “Mereka tinggal di luar negeri, tidak
merasakan langsung kehidupan masyarakat Papua yang sesungguhnya. Tapi mereka
terus menghasut dari kejauhan. Mereka bukan pejuang rakyat, mereka adalah
provokator yang ingin melihat Papua terus bergejolak,” tegas Markus, Sabtu
(12/7/2025).
Menurutnya,
berbagai kekacauan dan aksi kekerasan di sejumlah daerah di Papua kerap terjadi
setelah adanya seruan dari Benny Wenda melalui media sosial atau pernyataan
resminya sebagai ‘presiden sementara’ yang tidak diakui oleh rakyat Papua
maupun komunitas internasional. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ia lebih fokus
pada kepentingan pribadi dan citra politiknya ketimbang membela nasib rakyat.
Sementara
itu, tokoh masyarakat pesisir Papua, Thomas Yare, juga menyoroti peran Edison
Waromi yang disebut sebagai penyokong utama jaringan separatis di dalam negeri.
“Waromi itu pandai memainkan opini dan membiayai kelompok-kelompok kecil yang
kemudian menebar ketakutan ke masyarakat. Ini sudah bukan perjuangan, tapi
murni gerakan terorganisir yang merusak tatanan adat dan kehidupan sosial
masyarakat Papua,” jelas Thomas.
Keduanya
juga dinilai kerap memanfaatkan isu-isu HAM secara sepihak untuk mendapatkan
simpati dunia internasional, padahal dalam banyak kasus, kekerasan justru
dilakukan oleh kelompok bersenjata yang mereka dukung.
Pendeta
Abraham Kogoya, tokoh agama dari Lanny Jaya, mengajak masyarakat Papua agar
tidak mudah termakan provokasi dari luar. “Jangan percaya begitu saja pada
orang yang tidak hidup bersama kita. Mereka tidak merasakan penderitaan kita.
Kita harus jaga kedamaian dan tidak ikut dalam permainan politik orang luar
yang haus kekuasaan,” ujarnya.
Kecaman
terhadap Benny Wenda dan Edison Waromi bukan hanya datang dari tokoh adat dan
agama, tetapi juga dari generasi muda Papua yang mulai sadar akan pentingnya
kedamaian dan pembangunan. Mereka berharap masyarakat bisa menyaring informasi
dan tidak lagi percaya pada tokoh-tokoh yang hanya hadir saat situasi genting
dan menghilang saat rakyat menderita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar