Pasukan OPM Puncak Jaya Sebut Kekurangan Bamak dan Banyak Anggota yang Sakit
Papeda.com- Situasi
internal kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terungkap ke publik.
Kali ini, pasukan OPM yang beroperasi di wilayah Puncak Jaya mengeluhkan
kondisi kelompoknya yang semakin terhimpit. Mereka menyebut mengalami
kekurangan bahan makanan pokok (Bamak) serta banyak anggotanya yang jatuh sakit
akibat keterbatasan logistik dan fasilitas kesehatan di dalam hutan.
Informasi
ini terungkap melalui laporan warga dan keterangan sejumlah tokoh masyarakat
setempat yang menyatakan bahwa keberadaan OPM semakin melemah karena kesulitan
memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. “Kami sering dengar kabar dari dalam,
mereka sudah kekurangan makanan, apalagi obat-obatan. Banyak dari mereka sakit,
tapi tidak bisa berobat. Itu sudah jadi bukti bahwa kelompok ini sebenarnya
tidak bisa bertahan lama,” ungkap Yonas Wonda Tokoh Masyarakat Puncak Jaya,
Sabtu (30/8/2025).
Menurut
keterangan, pasukan OPM kerap merampas bahan makanan dari warga sekitar ketika
logistik mereka habis. Hal ini membuat masyarakat semakin resah, karena
aksi-aksi penjarahan dan pemalakan menambah penderitaan warga di pedalaman
Papua. “Kalau mereka lapar, yang jadi korban ya rakyat sendiri. Mereka datang
minta atau ambil paksa makanan. Padahal rakyat juga susah,” tambah tokoh
tersebut.
Ia
menilai bahwa kondisi yang dialami kelompok OPM di Puncak Jaya menunjukkan
tanda-tanda keputusasaan. “Ketika kelompok bersenjata sudah tidak mampu
mencukupi kebutuhan internalnya, maka itu menandakan lemahnya struktur logistik
dan dukungan. Banyak anggota sakit tanpa pengobatan hanya memperlihatkan bahwa
keberadaan mereka lebih menyiksa diri daripada memperjuangkan apa yang mereka
klaim,” jelasnya.
Tokoh
adat Puncak Jaya, Markus Murib, menegaskan bahwa masyarakat sudah lelah dengan
kehadiran OPM. “Mereka selalu bilang berjuang untuk rakyat Papua, tapi yang
mereka lakukan justru menyusahkan rakyat. Kekurangan makanan dan banyak yang
sakit itu urusan mereka, jangan sampai rakyat jadi korban lagi,” tegas Markus.
Kondisi
terpuruk ini dinilai semakin mempersempit ruang gerak OPM. Banyak pihak
memperkirakan bahwa dengan keterbatasan logistik, ditambah sakitnya sejumlah
anggota, kelompok tersebut tidak akan mampu bertahan lama di wilayah Puncak
Jaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar