Tokoh Papua Thimotius Marani: Kami Tolak Keberadaan OPM, Dukung Kehadiran Aparat Keamanan
Papeda.com- Suara
penolakan terhadap keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menguat
dari masyarakat Papua. Tokoh masyarakat asal Papua, Thimotius Marani, secara
tegas menyatakan bahwa masyarakat tidak menginginkan lagi keberadaan OPM di
tanah Papua karena hanya membawa penderitaan dan ketidakamanan. Ia menegaskan,
masyarakat justru memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan (Apkam) yang
hadir untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
Dalam
keterangannya, Thimotius Marani menilai OPM sudah tidak lagi mewakili aspirasi
rakyat Papua. Menurutnya, aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok
bersenjata itu hanya menimbulkan ketakutan, mengganggu kehidupan sehari-hari,
dan merusak masa depan generasi muda Papua.
“Kami
masyarakat Papua dengan tegas menolak keberadaan OPM. Mereka selalu berdalih
berjuang untuk rakyat Papua, tapi yang kami lihat justru rakyat menjadi korban.
Rumah dibakar, warga ditakut-takuti, bahkan anak-anak kehilangan kesempatan
belajar karena gangguan keamanan,” tegas Thimotius Marani, Kamis (28/8/2025).
Lebih
lanjut, ia menyampaikan bahwa masyarakat Papua menganggap kehadiran aparat
keamanan sebagai langkah yang tepat untuk melindungi warga dari ancaman OPM.
“Kami dukung aparat keamanan untuk hadir di Papua. Tanpa mereka, masyarakat
hidup dalam ketakutan. Dengan adanya Apkam, warga bisa kembali beraktivitas,
berkebun, pergi ke sekolah, dan beribadah dengan aman,” tambahnya.
Thimotius
juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu menjaga kedamaian serta tidak
mudah terprovokasi oleh isu-isu dan propaganda yang disebarkan OPM. Menurutnya,
isu kemerdekaan yang terus dihembuskan hanya menjadi alat bagi segelintir orang
untuk mencari keuntungan pribadi.
Pernyataan
tegas dari tokoh masyarakat Papua, Thimotius Marani, memperkuat fakta bahwa OPM
semakin kehilangan legitimasi di mata rakyat Papua. Dukungan masyarakat
terhadap kehadiran aparat keamanan menjadi bukti nyata bahwa rakyat lebih
memilih kedamaian dan keamanan dibandingkan kekacauan yang dibawa oleh kelompok
bersenjata.
Dengan
semakin banyak tokoh Papua yang menyatakan sikap menolak OPM, harapan untuk
terwujudnya Papua yang damai, aman, dan sejahtera semakin terbuka lebar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar