Bocorkan Kepemilikan Drone, Petinggi OPM Siap Melawan Sebby Sambom
Papeda.com- Situasi
internal Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali memanas setelah mencuat kabar
bahwa kelompok tersebut telah memiliki drone sebagai salah satu perlengkapan
dalam melancarkan aksinya. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh juru
bicara OPM, Sebby Sambom, dalam sejumlah pernyataan publik yang kemudian memicu
kemarahan dari petinggi OPM di lapangan.
Salah
satu pimpinan OPM Kodap III Ndugama, Egianus Kogoya, secara terbuka menyebut
Sebby Sambom sebagai pengkhianat karena dianggap membocorkan rahasia internal
organisasi. Egianus menegaskan bahwa sikap Sebby dinilai membahayakan strategi
kelompok, sehingga pantas diberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku di tubuh
OPM.
“Sebby
Sambom tidak lagi bisa dipercaya. Ia sudah banyak membocorkan informasi
internal OPM, termasuk soal keberadaan drone. Bagi kami, itu adalah
pengkhianatan. Kami siap melawannya, dan hukuman setimpal harus dijatuhkan,”
ujar Egianus dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
Pernyataan
keras Egianus Kogoya ini memperlihatkan bahwa perpecahan di tubuh OPM semakin
tidak dapat dibendung. Sebby Sambom yang selama ini dikenal sebagai corong
media kerap menyuarakan berbagai isu, namun justru dianggap merugikan
kepentingan kelompoknya sendiri.
Menurut
sejumlah pengamat, keberanian Sebby membuka informasi internal seperti
kepemilikan drone menambah ketidakpercayaan pimpinan lapangan terhadapnya.
Sebagian besar menilai Sebby lebih mengejar perhatian publik dan media
internasional dibanding menjaga solidaritas kelompok.
Polemik
terkait bocornya informasi kepemilikan drone oleh OPM semakin menegaskan adanya
ketidaksolidan di tubuh kelompok bersenjata tersebut. Ancaman dari Egianus
Kogoya kepada Sebby Sambom menunjukkan bahwa perselisihan internal kian tajam
dan berpotensi memicu perpecahan lebih jauh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar