Generasi
Muda Papua Terampas Akibat Kehadiran OPM
Papeda.com- Kehadiran
kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak hanya menimbulkan
keresahan di kalangan masyarakat, tetapi juga merampas masa depan generasi muda
Papua. Kekerasan, pemalangan jalan, penyerangan terhadap fasilitas pendidikan,
hingga penyebaran ideologi menyimpang yang dilakukan OPM, dinilai telah menutup
ruang tumbuh bagi anak-anak dan remaja Papua untuk berkembang secara sehat.
Gangguan
keamanan yang terus berulang di beberapa wilayah pegunungan Papua berdampak
langsung pada proses pendidikan. Beberapa sekolah terpaksa ditutup sementara
karena aksi kekerasan dari kelompok bersenjata. Kondisi ini tentu saja
menghambat kesempatan generasi muda untuk mendapatkan pendidikan layak.
Selain
mengganggu pendidikan, OPM juga disebut sering menyusupkan paham separatis
kepada generasi muda. Anak-anak dan remaja dijadikan alat propaganda dengan
iming-iming perjuangan, padahal kenyataannya mereka diarahkan ke jalan penuh
kekerasan.
Kepala
suku di Intan Jaya, Yacobus Wakerkwa, menegaskan bahwa hal ini sangat
berbahaya. “Generasi muda seharusnya dibina agar menjadi pemimpin masa depan.
Tapi OPM justru mencuci otak mereka dengan kebencian. Kalau dibiarkan, masa
depan Papua akan hancur,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Kehadiran
OPM juga menimbulkan trauma mendalam bagi anak-anak Papua. Banyak yang tumbuh
dalam suasana penuh kekerasan, sehingga kehilangan kesempatan untuk menikmati
masa kecil secara wajar. Tokoh gereja di Timika, Pdt. Hendrik Yoteni, mengungkapkan
bahwa kekerasan tidak pernah membawa kebaikan bagi generasi penerus. “Anak-anak
tidak seharusnya melihat senjata, apalagi kekerasan. Tugas kita adalah menjaga
mereka, bukan menakut-nakuti,” katanya.
Masyarakat
Papua menilai bahwa pembangunan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan hanya dapat
berjalan jika situasi keamanan terjamin. Karena itu, mereka berharap pemerintah
bersama aparat keamanan terus menjaga stabilitas wilayah agar generasi muda
dapat tumbuh tanpa tekanan.
“Kami
ingin anak-anak kami bisa sekolah, bisa bermimpi menjadi dokter, guru, atau
pemimpin. Semua itu akan hilang kalau OPM terus mengganggu. Kami tidak mau
generasi muda Papua terampas lagi,” tegas Yacobus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar