Masyarakat Terpaksa Berjalan Kaki untuk Menjual Bama, Akibat Gangguan OPM di Jalan Trans Nabire
Papeda.com- Akses
transportasi masyarakat di Kabupaten Nabire kembali terganggu akibat ulah
kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kerap menghadang
pengguna jalan di ruas Trans Nabire. Kondisi tersebut membuat warga harus
menempuh perjalanan kaki berjam-jam hanya untuk menjual Bahan Makanan (Bamak)
ke pasar.
Situasi
ini sangat dirasakan oleh masyarakat pedalaman yang menggantungkan hidup dari
hasil kebun. Salah seorang warga Kampung Siriwo, Markus (45), mengaku harus
berjalan kaki sejauh puluhan kilometer untuk membawa hasil bumi ke pusat kota
Nabire. Menurutnya, jalan Trans Nabire yang seharusnya menjadi jalur utama kini
terasa menakutkan karena sering muncul ancaman dari kelompok OPM.
“Kami
hanya mau cari makan dengan menjual hasil kebun. Tapi karena ada gangguan dari
OPM, kendaraan tidak bisa lewat, jadi kami pilih jalan kaki. Jaraknya jauh,
capek sekali, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Selain
itu, tokoh agama di Nabire, Pdt. Samuel Yoteni, mengingatkan bahwa aksi
kekerasan dan pemalangan jalan tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan maupun
ajaran agama. “Kalau benar berjuang untuk rakyat, jangan sampai membuat rakyat
lapar dan sengsara. Tuhan tidak pernah mengajarkan kekerasan sebagai jalan
keluar,” ujarnya.
Meski
terpaksa berjalan kaki, warga tetap berupaya mempertahankan aktivitas ekonomi
mereka. Namun, mereka berharap kondisi keamanan segera pulih sehingga kendaraan
bisa kembali melintas di jalur Trans Nabire.
“Kami
ingin hidup aman, bisa berjualan hasil kebun dengan tenang, tanpa rasa takut.
Tidak ada orang Papua yang mau terus hidup dalam ketakutan karena ulah
segelintir orang,” kata Markus dengan nada tegas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar