OPM Kodap II Nabire Bunuh Anggotanya, Jasad Dibuang Tanpa Diurus
Papeda.com- Warga
Nabire digegerkan dengan penemuan sesosok pria tanpa identitas dalam keadaan
meninggal dunia di aliran Kali Sriwini, tepatnya di Jalan Gagak, pada Kamis (28/8/2025).
Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan, diduga kuat sebagai anggota
Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap II Nabire yang menjadi korban pembunuhan
sesama rekannya.
Informasi
yang dihimpun, jasad tersebut mengalami luka parah di bagian wajah dan kepala
akibat hantaman benda tajam maupun besi. Luka yang cukup serius itu diyakini
menjadi penyebab utama kematian korban. Mirisnya, setelah menghabisi nyawa
korban, para pelaku yang diduga sesama anggota kelompok OPM justru membuang
jasadnya begitu saja tanpa ada upaya pengurusan layak.
Peristiwa
ini menambah catatan kelam terkait konflik internal yang kerap melanda kelompok
bersenjata OPM. Menurut keterangan salah satu aparat keamanan di Nabire, kuat
dugaan korban dibunuh oleh rekan sekelompoknya sendiri akibat perselisihan
internal.
Thimotius
Marani, salah satu tokoh masyarakat Papua, mengecam keras kejadian tersebut.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa OPM tidak memiliki rasa
kemanusiaan, bahkan terhadap anggotanya sendiri.
“Kalau
terhadap sesama anggota saja mereka bisa bertindak sekejam ini, apalagi
terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah. Kejadian ini membuka mata kita
semua bahwa OPM tidak memperjuangkan rakyat, tetapi justru menebar teror dan
penderitaan,” ujar Thimotius, Jumat (29/8/2025).
Ia
juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh propaganda
kelompok bersenjata yang selama ini mengatasnamakan perjuangan. Baginya,
kejadian ini menunjukkan bahwa OPM lebih banyak menciptakan konflik dan
kekacauan ketimbang memberikan jalan keluar bagi masa depan Papua.
Penemuan
jasad di Kali Sriwini yang diduga merupakan anggota OPM Kodap II Nabire kembali
menegaskan bahwa kelompok bersenjata tersebut justru menciptakan lingkaran
kekerasan di internalnya sendiri. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan
bahwa masyarakat sipil harus tetap waspada, karena pola tindakan brutal OPM
tidak hanya menyasar warga, tetapi juga sesama anggotanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar