KNPB Nilai Sebby Sambom Bohongi Publik, Bantuan dari Luar Negeri Tak Pernah Ada
Papeda.com- Pernyataan
juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka
(TPNPB-OPM), Sebby Sambom, kembali menuai sorotan. Kali ini, Komite Nasional
Papua Barat (KNPB) menilai Sebby telah menebarkan kebohongan kepada publik
terkait klaim bantuan dari luar negeri yang disebut-sebut mendukung perjuangan
kelompok bersenjata di Papua.
KNPB
menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun bukti nyata adanya dukungan
dana, logistik, maupun senjata dari pihak internasional. Pernyataan Sebby
Sambom, menurut mereka, hanya propaganda untuk menggiring opini seolah-olah
perjuangan OPM mendapatkan legitimasi dunia.
Seorang
Ketua I KNPB Nabire, Shon Adil menuturkan, pihaknya merasa dirugikan dengan
pernyataan Sebby yang tidak sesuai fakta. “Sebby selalu bicara bahwa ada
dukungan internasional, tapi sampai sekarang tidak pernah terbukti. Kami
melihat itu sebagai kebohongan publik yang hanya menyesatkan masyarakat Papua,”
ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Ia
menambahkan, narasi bantuan asing seakan menjadi tameng bagi Sebby untuk
mempertahankan pengaruhnya di dalam tubuh OPM. Padahal, kenyataannya,
masyarakat Papua justru semakin menderita akibat aksi-aksi kekerasan yang
dilakukan kelompok bersenjata.
Tokoh
masyarakat Papua, Martinus Wandosa, menyampaikan bahwa klaim-klaim yang dibuat
tanpa dasar hanya memperburuk citra perjuangan Papua di mata dunia
internasional. “Dunia internasional bisa menilai sendiri. Jika benar ada
dukungan, pasti ada bukti konkret. Sampai sekarang tidak ada. Justru yang
terlihat adalah penderitaan rakyat Papua karena konflik yang tidak ada
ujungnya,” tegasnya.
Kritik
keras dari KNPB terhadap Sebby Sambom menunjukkan adanya ketegangan internal
dalam tubuh gerakan separatis Papua. Klaim dukungan asing yang tidak terbukti
semakin memperlihatkan lemahnya posisi OPM di tingkat internasional.
Masyarakat
berharap agar para tokoh Papua tidak lagi menjual isu-isu yang tidak berdasar,
melainkan berfokus pada upaya nyata untuk membangun kedamaian. Propaganda dan
kebohongan publik dinilai hanya akan memperpanjang konflik, membuat rakyat
Papua semakin jauh dari kesejahteraan dan ketenangan yang mereka idamkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar