Korbankan Nyawa Sendiri, Prajurit Kopassus Selamatkan Sopir Truk yang Hampir Dibakar Hidup-Hidup saat Kerusuhan di Yalimo
Papeda.com- Kejadian
memilukan terjadi saat kerusuhan di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Seorang
sopir truk nyaris menjadi korban pembakaran hidup-hidup oleh massa anarkis yang
di tunggangi oleh KNPB. Namun, aksi keji tersebut berhasil digagalkan berkat
keberanian seorang prajurit Kopassus yang rela mempertaruhkan nyawanya demi
menyelamatkan sopir tersebut.
Menurut
keterangan warga setempat, sopir truk yang sedang melintas terjebak di tengah
kerumunan massa. Kelompok anarkis yang ditunggangi provokator berusaha
menghentikan laju kendaraan dan menyeret sopir keluar. Tak hanya itu, massa
kemudian mencoba menyiram kendaraan dengan bensin dan menyalakan api. Situasi
kritis itu membuat banyak warga sekitar panik dan tidak mampu berbuat banyak.
Di
tengah kondisi mencekam itu, seorang prajurit Kopassus yang bertugas melakukan
pengamanan segera bertindak. Tanpa memperdulikan keselamatannya, prajurit
tersebut menerobos kerumunan untuk menarik sopir keluar dari truk yang hampir
terbakar. Aksi heroik ini berhasil menyelamatkan nyawa sang sopir, meski
prajurit Kopassus tersebut sempat mengalami luka akibat lemparan batu dan
serangan massa.
Tokoh
masyarakat Yalimo, Markus Wenda, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian
prajurit tersebut. “Kalau bukan karena prajurit itu, mungkin sopir sudah
meninggal dibakar hidup-hidup. Ini bukti bahwa aparat benar-benar hadir
melindungi masyarakat. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya, Kamis
(2/10/2025).
Sementara
itu, Pendeta Yonas Tabuni, tokoh agama di wilayah tersebut, mengecam keras
tindakan anarkis massa. Ia menyebut perbuatan mencoba membakar manusia
hidup-hidup adalah tindakan biadab yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.
“Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan seperti itu. Tindakan prajurit yang
rela berkorban adalah teladan kemanusiaan, sedangkan upaya membakar orang
hidup-hidup adalah kejahatan,” tegasnya.
Selain
itu, tokoh pemuda Papua, Darius Murib, menegaskan bahwa keberanian prajurit
Kopassus membuktikan bahwa aparat keamanan bukanlah musuh masyarakat, melainkan
pelindung rakyat. “Anak muda Papua harus melihat contoh nyata ini. Jangan
terprovokasi oleh pihak-pihak yang selalu menjelekkan aparat. Faktanya, justru
aparat mempertaruhkan nyawa demi keselamatan rakyat,” katanya.
Sopir
truk yang berhasil diselamatkan juga menyampaikan rasa syukurnya. Dengan suara
terbata, ia mengaku sudah pasrah ketika massa mencoba membakarnya. “Saya sudah
pikir habis hidup saya hari itu. Tapi Tuhan kirim malaikat lewat prajurit itu.
Saya berhutang nyawa,” ujar Kamal selaku supir truck.
Kerusuhan
di Yalimo sendiri telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Namun, keberanian
prajurit Kopassus ini menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan selalu berdiri
di garda terdepan melindungi masyarakat dari tindakan brutal yang dilakukan
oknum tidak bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar