Pemasok Senjata Api dan Munisi OPM Kodap III Puncak Jaya Ditangkap, Pimpinan Gelisah
Papeda.com- Aparat
keamanan (Apkam) berhasil menangkap dua pemasok senjata api dan amunisi yang
selama ini memasok kebutuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi
Papua Merdeka (OPM) Kodap III Puncak Jaya. Kedua pelaku diketahui bernama Erek
Enumbi alias Udara dan Hugon Gire alias Yemiter Murip. Penangkapan ini menjadi
pukulan telak bagi jaringan logistik OPM di wilayah tersebut, sekaligus
menimbulkan kegelisahan di kalangan pimpinan Kodap III yang diketahui semakin
terdesak karena pasokan amunisi menipis.
Menurut
keterangan aparat, kedua pemasok tersebut ditangkap dalam operasi gabungan
setelah dilakukan pemantauan intensif. Barang bukti berupa amunisi serta dokumen
yang diduga terkait jalur distribusi turut diamankan. Dengan tertangkapnya dua
orang penting ini, jalur pasokan senjata bagi OPM semakin terhambat.
Tokoh
masyarakat Puncak Jaya, Yunus Murib, menyampaikan apresiasi kepada aparat yang
berhasil menggagalkan suplai senjata ke OPM. Menurutnya, penangkapan ini akan
menyelamatkan banyak nyawa masyarakat sipil. “Kalau senjata dan peluru terus
masuk, yang jadi korban tetap masyarakat. Kami bersyukur pemasok ini ditangkap,
supaya kelompok bersenjata tidak lagi seenaknya menembak orang tidak bersalah,”
tegasnya, Kamis (2/9/2025).
Sementara
itu, Pendeta Amos Tabuni, tokoh agama di wilayah pegunungan, mengingatkan
masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang mendukung OPM. Ia
menilai tindakan seperti memasok senjata hanya memperpanjang penderitaan
rakyat. “Menjual amunisi bukan solusi, itu hanya membuat anak-anak Papua
kehilangan orang tua mereka. Siapa yang diuntungkan? Tidak ada. Justru rakyat
makin menderita,” ujarnya.
Penangkapan
ini juga memicu kegelisahan pimpinan Kodap III Puncak Jaya. Informasi yang
beredar menyebut bahwa mereka mulai khawatir lantaran jalur logistik semakin
tertutup dan aparat keamanan memperketat penjagaan di wilayah rawan. Kehadiran
Apkam yang semakin banyak di daerah Puncak Jaya membuat ruang gerak kelompok
bersenjata semakin sempit.
Dengan
keberhasilan penangkapan dua pemasok senjata ini, aparat menegaskan komitmennya
untuk terus mempersempit ruang gerak OPM di Papua. Masyarakat pun berharap
langkah tersebut menjadi awal dari terciptanya keamanan dan kedamaian yang
lebih permanen di tanah Papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar