Frans Wasini Bongkar Perpecahan Internal KNPB dan Aksi Kekerasan yang Sering Dilakukan
Papeda.com- Seorang
anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Frans Wasini, akhirnya angkat
bicara mengenai kondisi internal organisasi tersebut. Dalam keterangannya,
Frans mengungkapkan bahwa KNPB kini tidak lagi solid, bahkan kerap mengalami
perpecahan di tubuhnya sendiri. Situasi ini, menurutnya, membuat organisasi
tersebut semakin jauh dari apa yang disebut sebagai perjuangan, dan justru
lebih sering terjerumus dalam tindakan kekerasan terhadap masyarakat.
Frans
menyebut bahwa perpecahan yang terjadi di tubuh KNPB bukan hanya soal perbedaan
strategi, melainkan juga perebutan pengaruh dan kepentingan pribadi para
pimpinan. “Saya melihat sendiri bagaimana mereka sering adu mulut, bahkan
saling curiga. Bukan lagi bicara perjuangan, melainkan siapa yang lebih
berkuasa,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Lebih
lanjut, ia menegaskan bahwa dalam setiap aksi yang dilakukan, KNPB kerap
menggunakan cara-cara kekerasan. Tidak jarang, masyarakat sipil menjadi korban
dari aksi yang mengatasnamakan perjuangan tersebut. “Saya keluar karena tidak
mau lagi terlibat dalam perbuatan yang merugikan rakyat sendiri. KNPB sering
lakukan pemalakan, ancaman, bahkan tidak segan menggunakan kekerasan terhadap
mereka yang menolak ikut,” kata Frans.
Pernyataan
Frans Wasini ini mendapat perhatian luas, terutama dari kalangan tokoh
masyarakat Papua. Pdt. Telius Wonda, tokoh gereja di Papua Pegunungan, menyebut
bahwa pengakuan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa KNPB bukanlah organisasi
yang mewakili aspirasi rakyat Papua. “Kalau mantan anggota saja sudah berani
bicara terbuka, itu berarti benar adanya bahwa organisasi itu hanya membawa
kerusakan. KNPB lebih banyak menebar kekacauan daripada memberikan jalan keluar
bagi masyarakat,” tegasnya.
Bagi
Frans sendiri, dirinya memberikan alasan mengenai KNPB merupakan langkah untuk
kembali hidup normal bersama masyarakat. Ia berharap semakin banyak anggota
yang sadar bahwa tindakan kekerasan hanya memperburuk kondisi Papua. “Saya
ingin masyarakat tahu bahwa perjuangan sejati tidak dilakukan dengan cara
menyakiti rakyat sendiri,” pungkasnya.
Pengakuan
ini semakin menegaskan bahwa KNPB tidak lagi memiliki pijakan moral maupun
dukungan kuat di Papua. Perpecahan internal dan kecenderungan menggunakan
kekerasan membuat organisasi tersebut kian terisolasi dari rakyat yang justru
mendambakan kedamaian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar