Tumpas
Habis OPM, Pengganggu Ketenteraman dan Kedamaian di Tanah Papua
Papeda.com- Seruan
untuk menumpas habis kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali
menggema dari berbagai kalangan masyarakat Papua. Aksi kekerasan yang terus
dilakukan kelompok tersebut dinilai telah mengganggu ketenteraman dan merusak
kedamaian di wilayah yang tengah giat membangun dan mengejar ketertinggalan
dari daerah lain di Indonesia.
Pdt.
Silas Wetipo, tokoh agama dari Wamena, menegaskan bahwa aksi-aksi kekerasan OPM
tidak bisa lagi ditoleransi. “Kalau mengaku berjuang untuk rakyat Papua, jangan
sakiti rakyatnya. Jangan bunuh guru, jangan bakar sekolah, jangan halangi
anak-anak kami belajar. Itu bukan perjuangan, itu teror,” ujarnya tegas, Jumat
(1/8/2025).
Menurutnya,
OPM telah berkali-kali menunjukkan wajah brutalnya, mulai dari pembunuhan warga
sipil, penyerangan terhadap aparat, hingga pembakaran fasilitas umum. Semua itu
dilakukan dengan alasan yang tidak masuk akal dan seringkali menyasar mereka
yang tidak bersalah.
Beberapa
waktu lalu, aksi pembakaran sekolah dan penyanderaan tenaga medis oleh kelompok
OPM di wilayah pegunungan tengah kembali memperlihatkan bahwa OPM tidak
menginginkan kedamaian dan kemajuan di Papua. Mereka justru berupaya
menciptakan kekacauan agar tetap dapat menguasai wilayah tertentu melalui rasa
takut.
Kini,
masyarakat mulai terbuka menyuarakan penolakan terhadap keberadaan OPM. Di
berbagai daerah, seperti Yahukimo, Intan Jaya, hingga Maybrat, aksi masyarakat
yang menolak OPM mulai bermunculan. Mereka menginginkan kehidupan yang damai,
aman, dan penuh harapan, bukan ancaman dan ketakutan.
Dengan
semakin kuatnya kesadaran masyarakat dan dukungan dari berbagai tokoh, harapan
untuk menumpas habis OPM bukan sekadar mimpi. Tanah Papua yang damai dan
sejahtera akan terwujud ketika semua elemen bangsa bersatu untuk melindungi
masyarakat dari kelompok yang hanya membawa penderitaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar