Sebby Sambom Terima Dana Desa dari Hasil Perampasan oleh OPM
Papeda.com- Kabar
mengejutkan datang dari lingkaran kelompok separatis bersenjata Organisasi
Papua Merdeka (OPM), setelah muncul dugaan kuat bahwa juru bicara OPM, Sebby
Sambom, menerima aliran dana desa yang diperoleh dari aksi perampasan terhadap
warga sipil di sejumlah wilayah Papua. Dugaan ini memantik kemarahan masyarakat
karena tindakan tersebut dinilai merampas hak rakyat dan mempermalukan semangat
perjuangan yang diklaim oleh kelompok tersebut.
Yunus
Wonda, tokoh masyarakat Papua dari Lanny Jaya, mengecam tindakan yang disebut
sebagai bentuk “perampokan atas nama perjuangan.” Ia menyatakan bahwa apa yang
dilakukan oleh OPM telah jauh menyimpang dari nilai-nilai perjuangan yang dulu
pernah digaungkan.
“Kalau
benar Sebby Sambom menerima dana dari hasil rampasan terhadap rakyat, itu
artinya dia sama saja dengan preman, bukan pejuang. Itu dana untuk membangun
kampung, bukan untuk menghidupi kelompok bersenjata di hutan atau tokohnya di
luar negeri,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Dana
desa yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur, fasilitas
pendidikan, dan layanan kesehatan, justru disalahgunakan demi mendanai
aksi-aksi kekerasan dan propaganda separatisme. Praktik ini bukan hanya
merugikan keuangan negara, tetapi secara langsung merugikan masyarakat Papua
yang selama ini membutuhkan pembangunan dan pelayanan dasar.
Pihak-pihak
berwenang didorong untuk menelusuri aliran dana dan mengusut dugaan tindak
pidana tersebut. Masyarakat berharap agar praktik pemerasan, perampasan, dan
penyalahgunaan dana publik oleh kelompok separatis segera dihentikan dan
diproses secara hukum.
Sebby
Sambom hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi tuduhan
tersebut. Namun tekanan publik terhadapnya kian meningkat, dengan banyak tokoh
Papua menyerukan agar ia bertanggung jawab secara moral dan hukum atas tindakan
yang dilakukan oleh jaringan OPM di lapangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar