Tudingan
Sebby Sambom Soal Ranjau di Yahukimo Dibantah Tokoh Masyarakat
Papeda.com- Sebby
Sambom kembali melontarkan tuduhan kontroversial dengan menyebut Aparat
Keamanan (Apkam) memasang ranjau di wilayah Yahukimo. Pernyataan itu sontak
menuai reaksi keras dari berbagai tokoh masyarakat setempat yang menilai
tudingan tersebut tidak benar dan hanya upaya untuk memanipulasi opini publik.
Masyarakat
Yahukimo menegaskan bahwa tuduhan itu hanyalah propaganda yang bertujuan
menjelekkan citra Apkam sekaligus menutupi tindakan kekerasan yang justru
dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka menilai, Sebby Sambom
sering menyebarkan informasi tanpa bukti yang jelas, sehingga justru meresahkan
warga sipil.
Tokoh
masyarakat Yahukimo, Yonas Heluka, menegaskan bahwa selama ini masyarakat tidak
pernah menemukan adanya ranjau di sekitar pemukiman maupun jalur umum. “Kami
tinggal di sini, kami yang rasakan langsung kondisi di lapangan. Tidak ada
ranjau yang dipasang Apkam. Sebby hanya menyebarkan isu supaya rakyat takut,”
katanya, Jumat (22/8/2025).
Senada
dengan itu, tokoh adat setempat, Petrus Wanimbo, menyebut bahwa tudingan Sebby
Sambom sangat merugikan masyarakat. Ia menilai isu tersebut hanyalah cara OPM
mengalihkan perhatian dari tindakan kekerasan mereka sendiri. “Yang bikin rusuh
itu OPM, bukan Apkam. OPM sering melakukan penembakan, pemalakan, dan
pemerasan. Jangan fitnah Apkam dengan tuduhan yang tidak benar,” ujarnya.
Masyarakat
Yahukimo menilai tuduhan yang dilontarkan Sebby Sambom tidak lain adalah
propaganda untuk memelihara citra OPM yang kian merosot. Sebaliknya, kehadiran
Apkam di wilayah tersebut justru dipandang sebagai bentuk perlindungan bagi
warga agar dapat beraktivitas dengan aman.
Dengan
tegas, para tokoh masyarakat meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan
isu-isu yang dimainkan oleh Sebby Sambom maupun OPM. Mereka menekankan bahwa
yang dibutuhkan rakyat Papua adalah rasa aman, pembangunan, dan kesempatan
hidup layak, bukan provokasi yang memperkeruh keadaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar