OPM
Kembali Ganggu Keamanan di Distrik Aifat Timur
Papeda.com- Situasi
keamanan di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, kembali diganggu oleh aksi
Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok bersenjata itu dilaporkan melakukan
teror di sekitar pemukiman warga dengan melepaskan tembakan ke udara dan
melakukan intimidasi, sehingga masyarakat setempat merasa ketakutan dan
aktivitas sehari-hari terganggu.
Tokoh
adat Aifat Timur, Yohanes Wakum, menyebut tindakan OPM itu telah meresahkan
seluruh masyarakat. “Mereka datang hanya untuk buat orang takut. Ini bukan
perjuangan, tapi menyusahkan rakyat kecil. Kami orang adat menolak kehadiran
mereka di tanah ini,” ujarnya tegas, Jumat (22/8/2025).
Tokoh
agama setempat, Pendeta Markus Renyaan, juga mengungkapkan keprihatinannya.
Menurutnya, aksi gangguan keamanan ini bukan saja mengancam nyawa, tetapi juga
merusak kehidupan sosial masyarakat. “Anak-anak takut ke sekolah, orang tua
tidak berani pergi ke kebun. Kehidupan masyarakat lumpuh karena rasa takut. Ini
jelas tindakan yang tidak bisa dibenarkan,” katanya.
Dari
kalangan pemuda, sikap tegas juga ditunjukkan terhadap OPM. Yohanes Howay,
perwakilan pemuda Aifat Timur, menilai bahwa generasi muda semakin muak dengan
ulah kelompok bersenjata tersebut. “Kami tidak mau lagi terjebak dengan narasi
mereka. Kami ingin maju lewat pendidikan dan kerja keras, bukan ikut kelompok
yang hanya bawa senjata dan bikin rakyat susah,” katanya.
Masyarakat
menegaskan bahwa aksi OPM hanya memperburuk keadaan dan menjauhkan Papua dari
kedamaian. Mereka berharap agar keamanan segera pulih sehingga aktivitas
sehari-hari bisa berjalan normal kembali. “Kami ingin hidup damai, bukan hidup
dalam bayang-bayang ketakutan,” kata Yohanis, salah satu warga yang ditemui di
kampungnya.
Gangguan
keamanan di Distrik Aifat Timur semakin memperlihatkan bahwa OPM tidak lagi
mendapat simpati masyarakat. Sebaliknya, rakyat semakin menyadari bahwa
kehadiran kelompok bersenjata tersebut hanya membawa penderitaan, bukan
perjuangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar