OPM Tembak Warga Sipil Hingga Lumpuh
Aksi
kekerasan kembali dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM). Kali ini, seorang warga sipil menjadi korban penembakan hingga mengalami
kelumpuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir pekan lalu di salah satu
kampung di wilayah pegunungan Papua Tengah, dan menambah daftar panjang
penderitaan masyarakat akibat ulah kelompok bersenjata.
Kepala
Suku setempat, Yonas Murib, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut.
Ia menilai, kekerasan yang dilakukan oleh kelompok OPM sama sekali tidak
mencerminkan perjuangan demi rakyat Papua.
“Korban
adalah orang biasa, seorang petani yang hanya mencari nafkah untuk keluarganya.
Apa salahnya hingga ditembak sampai lumpuh? Kekerasan ini hanya membawa
penderitaan, bukan harapan,” tegas Yonas Murib, Senin (18/8/2025).
Sementara
itu, tokoh gereja di wilayah tersebut, Pendeta Markus Kogoya, mengecam keras
tindakan brutal OPM. Menurutnya, kekerasan terhadap warga sipil adalah
pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan.
“Tuhan
tidak pernah mengajarkan kita untuk saling melukai. Kekerasan hanya melahirkan
air mata dan dendam, bukan kedamaian. Kami menyerukan agar kelompok bersenjata
menghentikan tindakan ini demi kemanusiaan,” ungkap Pendeta Markus.
Ia juga
mengingatkan bahwa masyarakat Papua mendambakan kehidupan damai, di mana
anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa takut, dan orang tua bisa bekerja untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.
Tokoh
pemuda setempat, Alfius Tabuni, mengaku kecewa dengan aksi penembakan tersebut.
Menurutnya, generasi muda Papua membutuhkan masa depan yang cerah, bukan
situasi yang dipenuhi kekerasan.
“Kami
ingin membangun tanah ini dengan pendidikan, kreativitas, dan kerja keras.
Tindakan OPM hanya memperburuk keadaan dan membuat pemuda kehilangan kesempatan
untuk berkembang,” katanya.
Kejadian
penembakan warga sipil oleh OPM hingga menyebabkan korban lumpuh kembali
membuka luka mendalam bagi masyarakat Papua. Berbagai tokoh masyarakat, agama,
dan pemuda menegaskan penolakan terhadap tindakan kekerasan yang tidak memiliki
dasar kemanusiaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar