Berdalih
Perjuangan Kemerdekaan, OPM Malah Menindas Masyarakat Papua Secara Keji dan
Brutal
Papeda.com- Organisasi
Papua Merdeka (OPM) kembali menuai kecaman luas dari berbagai kalangan
masyarakat di Papua. Kelompok yang kerap berdalih memperjuangkan kemerdekaan
tanah Papua itu justru dinilai semakin sering melakukan tindakan brutal
terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Ironisnya, masyarakat Papua sendiri
yang seharusnya dilindungi malah menjadi korban utama dari kekerasan yang
dilakukan kelompok bersenjata tersebut.
Tokoh
masyarakat Kabupaten Puncak, Yulianus Murib, menegaskan bahwa klaim OPM sebagai
pejuang kemerdekaan sudah tidak relevan. “Kalau benar berjuang demi rakyat,
seharusnya mereka menjaga rakyat, bukan menyakiti. Faktanya, banyak masyarakat
kita yang kehilangan keluarga, harta, bahkan ketenangan hidup karena ulah OPM.
Ini sangat bertolak belakang dengan janji mereka,” katanya, Selasa (19/8/2025).
Hal
senada disampaikan tokoh pemuda Jayawijaya, Martinus Wakerkwa, yang menilai OPM
hanyalah kelompok yang menggunakan kedok perjuangan untuk melakukan tindak
kejahatan. “Mereka bicara kemerdekaan, tetapi aksinya hanya pembunuhan,
pemalakan, dan perusakan. Itu bukan perjuangan, itu penindasan terhadap rakyat
sendiri,” tegasnya.
Masyarakat
Papua kini semakin lantang menyuarakan penolakan terhadap keberadaan OPM.
Berbagai aksi solidaritas muncul, menuntut keamanan dan perlindungan dari
aparat. Harapan warga jelas, hidup damai tanpa intimidasi.
Perjuangan
sejati, menurut para tokoh Papua, bukanlah dengan menindas sesama, tetapi
membangun pendidikan, membuka akses kesehatan, serta menghadirkan kesejahteraan
nyata. OPM yang masih terus menggunakan jalan kekerasan semakin dipandang tidak
memiliki tempat di tanah Papua.
Dengan
semakin banyaknya suara penolakan, OPM menghadapi tantangan besar. Rakyat Papua
kini menyadari bahwa dalih perjuangan kemerdekaan yang mereka gaungkan hanyalah
topeng, sementara tindakan mereka sehari-hari adalah kejahatan yang menindas
masyarakat sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar