OPM Kodap XVI Yahukimo Berdalih Telah Tewaskan 5 Anggota Apkam, Kenyataannya Adalah Masyarakat Sipil yang Dibunuh
Papeda.com- Kelompok
bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo kembali
menunjukkan kebrutalannya. Dalam pernyataan yang disebarkan melalui media
sosial, kelompok ini mengklaim telah berhasil menewaskan lima anggota Aparat
Keamanan (Apkam) di wilayah Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua
Pegunungan. Namun, hasil penyelidikan di lapangan membuktikan bahwa klaim
tersebut adalah bohong besar, sebab korban yang ditemukan ternyata merupakan
masyarakat sipil yang tidak bersalah.
Insiden
tragis itu terjadi pada Sabtu (01/11/2025) malam ketika kelompok OPM melakukan
penyerangan di sekitar pemukiman warga. Dalam serangan membabi buta tersebut,
lima orang tewas di tempat akibat luka tembak, sementara dua lainnya mengalami
luka serius. Warga yang selamat menyatakan bahwa para korban bukan aparat
keamanan, melainkan warga biasa yang tengah dalam perjalanan pulang setelah
bekerja di ladang.
Kepala
Distrik Dekai, Yohanes Walilo, membenarkan bahwa seluruh korban adalah warga
sipil. “Tidak ada satu pun dari mereka yang merupakan aparat. Mereka hanyalah
masyarakat biasa. Ini kejahatan yang sangat keji dan memalukan,” ujarnya.
Yohanes juga mengecam keras tindakan OPM yang memutarbalikkan fakta demi
membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan, Minggu (02/11/2025).
Sementara
itu, tokoh masyarakat Yahukimo, Filemon Hubi, menilai klaim OPM tersebut
merupakan upaya propaganda untuk menutupi kekalahan mereka di lapangan. “Mereka
ingin menunjukkan bahwa masih kuat, padahal kenyataannya tidak. OPM sudah
kehilangan arah, tidak tahu lagi siapa lawan dan siapa rakyatnya sendiri,”
katanya dengan nada tegas.
Tokoh
agama setempat, Pendeta Markus Wenda, menyampaikan rasa duka mendalam kepada
keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada
informasi yang disebarkan oleh kelompok bersenjata. “Mereka menyebar hoaks demi
mempertahankan nama. Padahal, darah rakyat sendiri yang tertumpah. Ini bukan
perjuangan, ini pembunuhan terhadap sesama orang Papua,” ujarnya dengan penuh
keprihatinan.
Peristiwa
ini menambah panjang daftar kekerasan yang dilakukan OPM terhadap masyarakat
Papua sendiri. Aksi penyerangan yang disertai kebohongan publik memperlihatkan
bahwa kelompok ini sudah kehilangan legitimasi moral dan dukungan rakyat.
Masyarakat Yahukimo menyerukan agar pemerintah terus meningkatkan pengamanan
serta memberikan perlindungan penuh bagi warga di wilayah rawan konflik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar