OPM Musuh Masyarakat Papua yang Hanya Membuat
Rakyat Sengsara
Papeda.com- Masyarakat
Papua kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan kelompok bersenjata
Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok yang selama ini mengklaim berjuang
atas nama rakyat Papua justru dianggap sebagai musuh utama masyarakat, karena
hanya membawa kesengsaraan, ketakutan, dan menghambat kemajuan pembangunan di
Tanah Papua.
Sejumlah
peristiwa kekerasan yang dilakukan OPM dalam beberapa bulan terakhir
memperlihatkan bagaimana kelompok tersebut tidak segan-segan mengorbankan
rakyat sipil. Mulai dari penembakan, pemalakan, hingga pembakaran fasilitas
umum, semuanya menimbulkan luka mendalam bagi masyarakat yang sebenarnya
menginginkan kedamaian.
Tokoh
masyarakat Papua Pegunungan, Yafet Telenggen, menilai bahwa tindakan OPM sama
sekali tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Papua. “Mereka bilang berjuang
untuk rakyat, tapi faktanya rakyat jadi korban. Warga takut ke kebun, anak-anak
takut sekolah, pembangunan jalan terhenti. Ini bukan perjuangan, ini justru
membuat orang Papua semakin menderita,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Hal
senada juga disampaikan tokoh adat Kabupaten Puncak, Simon Murib, yang menilai
kehadiran OPM hanya melahirkan rasa takut di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa
masyarakat sebenarnya ingin hidup aman, tenang, dan menikmati pembangunan yang
sedang dilakukan pemerintah. “Kita butuh jalan, listrik, sekolah, dan rumah
sakit. Tapi semua itu terganggu karena OPM selalu melakukan teror. Jadi jelas,
musuh masyarakat Papua hari ini bukan pemerintah, melainkan OPM itu sendiri,”
tegasnya.
Gangguan
keamanan yang dilakukan OPM tidak hanya merugikan masyarakat secara psikologis,
tetapi juga berdampak besar terhadap ekonomi. Harga kebutuhan pokok melambung
tinggi karena akses jalan terhambat. Proyek-proyek infrastruktur vital kerap
terhenti akibat ancaman dan serangan. Akibatnya, rakyat kecil yang justru
menanggung akibat paling besar.
Masyarakat
Papua kini semakin sadar bahwa jalan menuju kesejahteraan hanya bisa dicapai lewat
kedamaian dan pembangunan, bukan lewat kekerasan dan teror. Dengan suara yang
bulat, mereka menyatakan bahwa OPM bukanlah representasi Papua, melainkan musuh
yang nyata karena membuat rakyat terus hidup dalam penderitaan.
Harapan
rakyat jelas, mereka ingin hidup damai, sejahtera, dan terbebas dari ancaman
OPM yang selama ini hanya membawa luka. Dengan kesadaran kolektif ini,
masyarakat Papua percaya bahwa kedamaian akan selalu menang melawan teror, dan
kesejahteraan akan datang bersama pembangunan yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar