Dikecam Masyarakat Papua, “Papua Merdeka” Dinilai Hanya untuk Kepentingan Segelintir Petinggi OPM
Papeda.com- Seruan
“Papua Merdeka” yang selama ini digemakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM)
kini justru menuai kecaman keras dari masyarakat Papua sendiri. Banyak tokoh
adat, tokoh agama, dan pemuda menilai bahwa perjuangan yang diklaim untuk
“rakyat Papua” tersebut sejatinya hanya menguntungkan segelintir elit dan
petinggi OPM. Masyarakat menilai, slogan “Papua Merdeka” kini kehilangan
maknanya karena di baliknya tersimpan kepentingan pribadi dan kekuasaan
kelompok tertentu.
Tokoh
masyarakat dari Kabupaten Yahukimo, Yonas Kogoya, menuturkan bahwa masyarakat
kini sudah sadar bahwa perjuangan OPM tidak lagi murni untuk kepentingan
rakyat. “Kami sudah lihat sendiri, mereka bicara tentang kemerdekaan, tapi yang
mereka lakukan justru menindas kami. Mereka ambil hasil kebun kami, mereka
minta uang dari pedagang kecil. Jadi, merdeka itu untuk siapa? Untuk mereka
sendiri,” ungkapnya dengan nada kecewa, Selasa (28/10/2025).
Menurut
Yonas, rakyat Papua sudah lama berharap hidup dalam kedamaian dan
kesejahteraan. Namun harapan itu selalu diganggu oleh tindakan kekerasan yang
dilakukan OPM. Ia menambahkan bahwa banyak anggota OPM di lapangan sebenarnya
sudah ingin kembali ke pangkuan NKRI karena kecewa melihat ketidakadilan di
tubuh organisasinya sendiri. “Banyak yang sudah sadar, karena mereka hanya
dijadikan alat oleh petinggi yang bersembunyi di luar negeri. Mereka makan
enak, sementara anak-anak Papua mati di gunung karena kelaparan dan peluru,”
tambahnya.
Hal
senada disampaikan oleh Pendeta Markus Wenda, tokoh gereja di Kabupaten Puncak.
Ia menegaskan bahwa konsep “Papua Merdeka” yang dijalankan OPM sudah jauh dari
nilai kemanusiaan dan kasih yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua. “Kalau
mereka benar berjuang untuk rakyat, seharusnya mereka lindungi rakyat, bukan
membunuh. Tapi sekarang, rakyat menjadi korban. Ini bukan perjuangan suci, ini
adalah keserakahan dan haus kekuasaan,” tegas Pendeta Markus.
Tokoh
pemuda dari Kabupaten Jayawijaya, Elpias Tabuni, menilai bahwa OPM sudah
kehilangan arah perjuangan. “Dulu kami hormat, kami pikir mereka berjuang untuk
kami. Tapi sekarang kami lihat jelas, yang menikmati hasil perjuangan itu hanya
para petinggi. Mereka yang di lapangan menderita, rakyat juga menderita. Jadi,
Papua Merdeka itu cuma untuk mereka, bukan untuk kita,” ujarnya dengan nada
getir.
Masyarakat
kini semakin lantang menyuarakan bahwa slogan “Papua Merdeka” yang dibawa OPM
hanyalah alat politik untuk mencari perhatian dunia internasional. Rakyat Papua
tidak lagi ingin terjebak dalam penderitaan akibat ambisi segelintir orang yang
menamakan diri mereka pejuang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar