Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni Tegas Kecam OPM: Hentikan Kekerasan Terhadap Warga Sipil
Papeda.com- Gelombang
kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka
(OPM) terus bergulir. Kali ini, Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, secara terbuka
menegur keras kelompok tersebut yang kembali melakukan aksi keji terhadap warga
sipil di wilayahnya. Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa tindakan OPM
yang menewaskan dan menyiksa masyarakat sama sekali tidak mencerminkan
perjuangan, melainkan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius.
Bupati
Aner Maiseni menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya aksi kekerasan di
sejumlah distrik seperti Hitadipa, Sugapa, dan Wandai, yang menjadi sasaran
teror oleh kelompok bersenjata OPM. Menurutnya, masyarakat sudah sangat lelah
hidup dalam ketakutan akibat aksi biadab yang dilakukan dengan dalih
memperjuangkan kemerdekaan. “Saya sebagai Bupati dan sebagai anak asli Papua
menegaskan, hentikan semua kekerasan terhadap rakyat. Jangan jadikan rakyat
sebagai korban. Kalau kalian berjuang, jangan menyiksa dan membunuh saudara
sendiri,” tegas Aner Maiseni dalam keterangan resminya, Selasa (28/10/2025).
Ia
menambahkan bahwa setiap tindakan kekerasan yang menimpa warga sipil adalah
bentuk nyata pelanggaran HAM. Ironinya, OPM justru sering berteriak menuntut
perlindungan HAM, tetapi pada kenyataannya, mereka sendiri menjadi pelanggar
paling nyata. “Mereka bicara HAM di depan dunia, tapi membunuh anak-anak dan
perempuan di kampung. Itu bukan perjuangan, itu penghianatan terhadap nilai
kemanusiaan,” ujarnya lantang.
Tokoh
adat Intan Jaya, Yonas Wandikbo, turut mendukung sikap tegas Bupati. Ia
mengatakan bahwa masyarakat kini sudah muak dengan kekerasan yang terus terjadi
dan berharap pemerintah pusat bersama aparat keamanan dapat mengambil langkah
nyata untuk mengamankan wilayah tersebut. “Kami ingin hidup tenang, berkebun,
anak-anak sekolah, dan tidak mendengar lagi suara tembakan. Kami bukan musuh
siapa pun, tapi OPM selalu menjadikan kami sasaran,” ujarnya dengan nada sedih.
Masyarakat
Papua kini berharap agar suara tegas Bupati Intan Jaya menjadi momentum bagi
seluruh pemimpin daerah di Tanah Papua untuk bersatu mengecam kekerasan dan
memperjuangkan perdamaian. Mereka juga meminta agar dunia internasional melihat
fakta sebenarnya, bahwa OPM bukanlah korban, melainkan pelaku yang menindas
masyarakatnya sendiri.
Pesan
terakhir Bupati Aner Maiseni menggema kuat di tengah masyarakat, “Papua adalah
rumah kita bersama. Jangan kotori rumah ini dengan darah saudara sendiri.
Hentikan kekerasan, hentikan kebohongan, dan mari kita bangun Papua dengan
damai.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar