Laki
Magayang, Anggota OPM Tewas Mengenaskan Setelah Mencoba Ganggu Masyarakat di
Yahukimo
Papeda.com- Situasi
keamanan di Kabupaten Yahukimo kembali memanas setelah seorang anggota
Organisasi Papua Merdeka (OPM), Laki Magayang, tewas secara mengenaskan ketika mencoba
melakukan gangguan terhadap masyarakat setempat. Peristiwa itu terjadi pada
akhir pekan lalu dan menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga.
Menurut
informasi dari aparat keamanan, Laki Magayang merupakan bagian dari kelompok
bersenjata yang kerap menebar teror di wilayah Yahukimo. Aksi terakhirnya
dilakukan dengan mencoba mengganggu aktivitas warga, namun berujung pada
kematian tragis. Aparat menegaskan bahwa langkah tegas harus diambil demi
melindungi masyarakat sipil dari ancaman kelompok bersenjata.
Tokoh
masyarakat Yahukimo, Yulianus Kosay, menyatakan rasa lega sekaligus prihatin
atas peristiwa tersebut. “Kami sebenarnya tidak ingin ada korban jiwa. Tetapi
kalau ada kelompok yang terus mengganggu masyarakat dengan senjata, maka
tindakan tegas memang harus dilakukan. Rakyat hanya ingin hidup aman, berkebun,
berdagang, dan menyekolahkan anak-anak tanpa rasa takut,” ujarnya, Rabu
(20/8/2025).
Hal
senada disampaikan tokoh pemuda setempat, Markus Elopere, yang menilai bahwa
kehadiran OPM di Yahukimo hanya menambah penderitaan warga. “Mereka mengaku
berjuang untuk kemerdekaan Papua, tetapi kenyataannya rakyatlah yang jadi
korban. Kalau masih ada yang nekat mengganggu, maka itu sudah menyalahi alasan
perjuangan yang mereka klaim,” tegasnya.
Peristiwa
tewasnya Laki Magayang menambah daftar panjang korban dari pihak kelompok
bersenjata akibat aksi-aksi brutal yang menyasar warga sipil. Aparat keamanan
memastikan bahwa langkah penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas
namun terukur, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Bagi
warga Yahukimo, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan kedamaian
hanya dapat tercapai apabila kelompok bersenjata menghentikan aksi-aksi mereka.
Rakyat Papua mendambakan kehidupan normal, jauh dari intimidasi, pemerasan, dan
teror yang selama ini menghantui.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar