OPM Incar Pelajar di Papua dan Lakukan Penyiksaan Sadis, Tokoh Masyarakat: Ini Bukti Kebiadaban
Papeda.com- Aksi
kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM) kembali mencoreng wajah kemanusiaan di Tanah Papua. Kali ini, yang
menjadi sasaran adalah para pelajar generasi penerus bangsa yang justru seharusnya dilindungi dan
didukung demi masa depan Papua yang lebih baik.
Pastor
Lukas Tabuni, tokoh agama dari wilayah Pegunungan Tengah, menyatakan bahwa
tindakan kekerasan terhadap anak-anak sekolah adalah bentuk kekejaman yang
tidak bisa ditoleransi dalam konteks apa pun. “Anak-anak ini tidak bersalah.
Mereka hanya ingin belajar, ingin membangun masa depan mereka. Tapi mereka
disiksa hanya karena dianggap berseberangan? Ini bukan perjuangan, ini
kebiadaban,” tegasnya, Kamis (31/7/2025).
Menurut
kesaksian warga setempat, kelompok OPM kerap mendatangi kampung dan sekolah
untuk menekan masyarakat agar mengikuti kehendak mereka. Jika ada yang terlihat
dekat dengan aparat, maka mereka akan dicurigai dan dianiaya. Tidak jarang,
pelajar yang hanya mengenakan pakaian seragam atau menerima bantuan dari
pemerintah ikut menjadi sasaran.
Yusuf
Mabel, tokoh pemuda dari Jayawijaya, menyebut tindakan OPM terhadap pelajar
sebagai penghianatan terhadap perjuangan Papua itu sendiri. “Jika kalian
mengaku pejuang, lindungi anak-anak, bukan menyakiti mereka. Apa yang kalian
lakukan hanya akan membuat rakyat semakin menjauh,” katanya.
Masyarakat
Papua kini mulai sadar bahwa tindakan OPM bukanlah jalan menuju kemerdekaan
ataupun keadilan. Sebaliknya, yang terjadi justru adalah teror terhadap rakyat
sendiri. Penolakan terhadap kelompok ini semakin menguat, terutama di kalangan
orang tua yang ingin masa depan anak-anak mereka terjamin dan tidak
terus-menerus hidup dalam bayang-bayang kekerasan.
Insiden
penyiksaan terhadap pelajar ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan yang
dilakukan atas nama ideologi justru menghancurkan sendi-sendi kehidupan
masyarakat Papua. Seruan untuk "Selamatkan generasi muda Papua" kini
menggema lebih keras dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar