Masyarakat Distrik Kroptak, Kabupaten Nduga
mengungsi akibat Kelompok OPM menyerang Distrik tersebut
Papeda.com- Sebanyak 200 warga masyarakat Distrik Kroptak, Kabupaten Nduga mengungsi ke Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Pengungsian tersebut diakibatkan karena penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM.
Warga yang mengungsi berjumlah 200 jiwa, terdiri dari 33 kepala keluarga, 8 ibu hamil, 65 balita dan sebanyak 5 orang pasien yang mengalami sakit karena melakukan perjalanan dengan jalan kaki berhari-hari melalui medan yang berat dari distrik Kroptak ke Kabupaten Jayawijaya.
Selain ke Wamena, sejumlah warga lainnya mengungsi ke Kuyawage Kabupaten Lanny Jaya, distrik Keneyam ibukota Kabupaten Nduga, distrik Mbua Kabupaten Nduga dan sejumlah distrik serta kampung lainnya.
Hal tersebut diperparah dan mengakibatkan rumah warga mengalamai kebakaran akibat dibakar oleh kelompok OPM. Penyerangan dilakukan mulai pukul 05.00 WIT, yang saat itu masyarakat sedang beristirahat dirumahnya masing-masing.
Beberapa rumah yang dibakar antara lain, kampung Miniem 5 buah rumah, kampung Gol 3 buah rumah dan kampung Golparek 5 buah rumah, serta beberapa rumah yang berada di wilayah tersebut kelompok OPM melakukan penjarahan terhadap barang-barang yang dimiliki oleh para masyarakat.
“kami sengaja membakar dan menjarah barang-barang yang berada di kampung tersebut, saya dapat info di Distrik ini ada mata-mata dan menginfokan kepada pihak TNI”, ujar Sebby Sambom selaku juru bicara kelompok OPM.
Dengan pembakaran rumah di Distrik Kroptak pihak dari OPM melalui pernyataan juru bicara OPM Sebby Sambom, bahwa pihaknya tidak akan bertanggung jawab dengan kejadian pembakaran tersebut.
Beberapa
mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nduga (IPMNI) meminta kepada
Presiden Prabowo Subianto agar menambah militernya sehingga dapat menciptakan rasa
aman di wilayah Distrik Kroptak.
“Kami mahasiswa meilhat aksi yang dilancarkan oleh OPM sudah banyak melanggar HAM, karena tindakan tersebut sudah tidak sesuai dengan nilai kemanuasiaan, dan sudah banyak menimbulkan korban jiwa khususnya masyarakat sipil” ujarnya.
Selain itu, kedatangan TNI di Distrik Kroptak dengan menggunakan Heli bukan untuk menyerang warga sipil, melainkan pihak TNI membantu warga Distrik tersebut agar bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan menjaga kemanan wilayah tersebut dari ancaman kelompok OPM.
Dalam
kejadian tersebut pemerintah bekerjasama dengan TNI melakukan evakuasi terhadap
warga Distrik Kroptak yang mengungsi kedalam hutan dan mengembalikan ke
rumahnya masing-masing serta memberikan bantuan sembako terhadap korban
kekejaman yang dilakukan oleh kelompok OPM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar