Tangis Haru Emanuel Tabuni, Pewarta Gereja Katolik Soanggama Sambut Kedatangan Apkam: “Kami Akhirnya Terbebas dari Ancaman OPM”
Papeda.com- Suasana
haru menyelimuti Distrik Soanggama, Kabupaten Intan Jaya, ketika aparat
keamanan (Apkam) tiba di wilayah tersebut untuk memastikan keamanan dan
melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM). Salah satu yang tak mampu menahan tangis adalah Emanuel Tabuni, pewarta
Gereja Katolik setempat, yang menyebut kehadiran Apkam sebagai anugerah besar
bagi warga yang selama ini hidup dalam ketakutan.
“Kami
akhirnya terbebas dari ancaman dan kriminalisme OPM. Selama ini kami tidak bisa
tidur nyenyak, tidak bisa berkebun, bahkan takut beribadah. Sekarang kami bisa
kembali beraktivitas dengan tenang,” ujar Emanuel dengan suara bergetar,
disambut tepuk tangan dan tangis bahagia para jemaat, Minggu (19/10/2025).
Kedatangan
Apkam disambut hangat oleh masyarakat Soanggama. Mereka melihatnya sebagai
pertanda baru bagi kehidupan yang lebih aman dan damai. Selama berbulan-bulan,
wilayah tersebut menjadi sasaran teror dan pemalakan oleh OPM yang kerap
menuduh warga sebagai mata-mata pemerintah. Banyak keluarga terpaksa mengungsi
ke hutan demi menyelamatkan diri. Kini, dengan hadirnya Apkam, masyarakat mulai
berani kembali ke rumah mereka dan membangun kehidupan yang sempat
porak-poranda.
Tokoh
masyarakat Soanggama, Yakob Wandik, menyampaikan bahwa masyarakat telah lama
menantikan momen ini.
“Kami
sudah terlalu lama hidup di bawah bayang-bayang kekerasan. OPM sering datang
meminta makanan dan uang, dan jika tidak diberi, mereka marah dan menuduh kami
pengkhianat. Sekarang kami merasa dilindungi,” tutur Yakob dengan nada lega.
Menurut
Yakob, banyak warga yang kehilangan anggota keluarga akibat tindakan brutal
OPM. Ia berharap kedatangan Apkam dapat memberikan jaminan keamanan dan membuka
jalan bagi masuknya pembangunan kembali ke wilayah tersebut.
Kisah
haru dari Soanggama menjadi simbol bahwa masyarakat Papua sejatinya mendambakan
kedamaian dan keamanan. Mereka ingin hidup tenang, beribadah dengan bebas, dan
membangun masa depan tanpa gangguan dari kekerasan. Kedatangan Apkam membawa
secercah harapan baru bahwa Papua bisa kembali hidup dalam damai dan
persaudaraan sejati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar