Semakin Anarkis, OPM Lakukan Kekerasan Brutal Terhadap Masyarakat Asli Papua
Papeda.com- Aksi
kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM) kembali menorehkan luka mendalam bagi masyarakat Papua. Sebuah video yang
beredar luas di media sosial memperlihatkan tindakan keji kelompok OPM yang
melakukan kekerasan terhadap masyarakat asli Papua, baik pria, wanita, maupun
anak-anak. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah warga disiksa secara fisik
menggunakan benda tumpul dan tajam, sementara beberapa korban berteriak
kesakitan tanpa bisa melawan.
Kejadian
mengerikan tersebut menuai kecaman luas dari berbagai tokoh masyarakat Papua.
Banyak pihak menilai aksi tersebut menunjukkan bahwa OPM sudah semakin anarkis
dan tidak lagi memiliki arah perjuangan yang jelas, karena justru melukai
rakyat yang mereka klaim ingin dibela.
Tokoh
masyarakat asal Kabupaten Puncak, Yosep Wandikbo, menyebut tindakan tersebut
sebagai bentuk penghianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan adat Papua.
“Mereka
selalu bicara tentang perjuangan rakyat Papua, tapi yang mereka sakiti justru
orang Papua sendiri. Apa gunanya berjuang kalau tangan mereka berlumur darah
sesama saudara?” tegas Yosep dengan nada kecewa, Minggu (19/10/2025).
Menurut
Yosep, kekerasan yang dilakukan OPM tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga
merusak tatanan sosial masyarakat adat yang selama ini menjunjung tinggi
perdamaian dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap wanita dan
anak-anak adalah perbuatan yang sangat hina dan tidak bisa dibenarkan dengan
alasan apa pun.
Sementara
itu, tokoh adat dari Intan Jaya, Markus Tabuni, menilai penyebaran video
kekerasan itu menjadi bukti bahwa OPM telah kehilangan simpati dari masyarakat
Papua sendiri.
“Mereka
bukan lagi pejuang, melainkan penjahat yang menggunakan nama perjuangan untuk
menebar ketakutan. Jika dalam video itu yang dipukul dan ditikam adalah
masyarakat biasa, maka tidak ada lagi alasan untuk membela mereka,” ujar
Markus.
Aksi
kekerasan yang dilakukan OPM ini menjadi pengingat bahwa penderitaan masyarakat
Papua tidak akan berakhir selama kelompok tersebut terus menebar teror dan
kebohongan. Papua yang damai, bersatu, dan sejahtera hanya bisa terwujud
apabila kekerasan ditinggalkan dan masyarakat bersatu menolak tindakan brutal yang
mengatasnamakan perjuangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar