OPM Kodap XV Ngalum Kupel Bakar Sekolah di Kiwirok, Anak-Anak Tak Bisa Sekolah, Tokoh Masyarakat Mengecam Keras
Papeda.com- Aksi
brutal kembali dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM) Kodap XV Ngalum Kupel di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Sekolah SMP Negeri Kiwirok yang terletak di Kampung Sopamikma dibakar hingga
hangus oleh kelompok tersebut. Akibatnya, proses belajar mengajar di wilayah
itu lumpuh total, dan ratusan anak-anak kini kehilangan hak dasarnya untuk
bersekolah.
Dalam
video yang beredar di media sosial, seorang anggota kelompok OPM Kodap XV
Ngalum Kupel dengan lantang menyebut bahwa aksi pembakaran itu dilakukan secara
sengaja. “Pembakaran ini kami lakukan agar pelajar tidak ada lagi belajar
mengajar di sana,” ujar salah satu anggota kelompok tersebut dalam yang kini
beredar luas, Kamis (9/10/2025).
Tindakan
keji ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama tokoh masyarakat
dan tokoh adat di wilayah Pegunungan Bintang. Mereka menilai bahwa aksi OPM
tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga menghancurkan masa depan
generasi muda Papua.
Tokoh
masyarakat Kiwirok, Yulianus Wenda, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa
ini. Ia menegaskan bahwa sekolah adalah tempat suci bagi anak-anak Papua untuk
belajar dan menggapai masa depan yang lebih baik. “Mereka yang membakar sekolah
tidak memahami nilai pendidikan. Anak-anak kami tidak bersalah. Mereka hanya
ingin belajar, bukan menjadi korban dari kekerasan seperti ini,” ujarnya dengan
nada tegas.
Sementara
itu, Pendeta Lukas Mimin, tokoh agama di wilayah tersebut, juga mengecam keras
tindakan tersebut. Ia menyebut bahwa OPM sudah jauh menyimpang dari tujuan yang
mereka klaim sebagai perjuangan. “Kalau benar memperjuangkan rakyat Papua, seharusnya
mereka membangun, bukan menghancurkan. Membakar sekolah sama saja membakar
harapan generasi Papua,” katanya.
Akibat
pembakaran ini, lebih dari 80 siswa SMP Negeri Kiwirok tidak bisa melanjutkan
kegiatan belajar. Beberapa guru memilih mengungsi ke Oksibil karena khawatir
keselamatannya terancam. Tindakan OPM Kodap XV Ngalum Kupel ini menambah
panjang daftar aksi kekerasan terhadap fasilitas umum di Papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar