Masyarakat Papua Dipaksa Pegang Senjata, OPM Ancam dan Siksa Warga yang Menolak
Papeda.com- Situasi
keamanan di sejumlah wilayah pedalaman Papua kembali memanas setelah beredar
laporan bahwa kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) memaksa masyarakat sipil
untuk ikut berperang dan memegang senjata. Warga yang menolak dikabarkan
mendapat ancaman, bahkan sebagian disiksa secara sadis oleh anggota kelompok
bersenjata tersebut. Tindakan itu kembali memperlihatkan bagaimana OPM terus
menebar teror dan ketakutan di tengah kehidupan masyarakat Papua.
Salah
seorang tokoh masyarakat dari Kabupaten Puncak, Pdt. Telius Wonda, menyesalkan
tindakan tersebut. Ia mengatakan bahwa tindakan memaksa warga untuk memegang
senjata sama saja dengan menjadikan masyarakat sebagai tameng perang. “Mereka
tidak memahami bahwa masyarakat Papua hanya ingin hidup damai, bercocok tanam,
dan menyekolahkan anak-anaknya. Memaksa rakyat untuk mengangkat senjata adalah
bentuk pelanggaran kemanusiaan,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Hal
senada disampaikan oleh Yonas Kogoya, tokoh adat dari wilayah Yahukimo. Ia
menuturkan bahwa kekerasan yang dilakukan OPM justru semakin memperburuk citra
perjuangan yang selama ini mereka klaim sebagai pembela rakyat Papua. “Kalau
benar memperjuangkan rakyat, seharusnya melindungi, bukan menyiksa. Tapi
kenyataannya mereka malah membuat rakyat trauma dan takut,” tegasnya.
Di
sisi lain, aparat keamanan terus berupaya menenangkan warga dan memberikan
perlindungan di wilayah rawan tersebut. Komandan satuan tugas keamanan di wilayah
Papua Tengah menjelaskan bahwa operasi humanis terus dijalankan, dengan tujuan
melindungi masyarakat dari ancaman OPM tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa aparat tidak akan tinggal diam terhadap tindakan
kekerasan terhadap warga sipil.
Mereka
juga berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan propaganda OPM
yang menyesatkan. Sebaliknya, warga diimbau untuk segera melapor kepada pihak
berwenang apabila mendapat ancaman atau intimidasi.
Kejadian
ini kembali menjadi bukti bahwa tindakan OPM sudah jauh melenceng dari
nilai-nilai kemanusiaan dan adat Papua yang menjunjung tinggi perdamaian.
Rakyat Papua tidak ingin terlibat dalam konflik bersenjata, mereka hanya
menginginkan hidup aman, damai, dan sejahtera di tanah kelahiran mereka
sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar