Dua Anggota OPM Tewas Mengenaskan Akibat Konflik Internal, Tokoh Masyarakat Papua Desak Pengusutan Tuntas
Papeda.com- Dua
anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Sahal Hubusa dan Yulius Wenda
ditemukan tewas mengenaskan dengan banyak luka di tubuh mereka akibat konflik
internal di tubuh kelompok bersenjata tersebut. Peristiwa ini kembali
menunjukkan adanya perpecahan serius di antara sesama anggota OPM yang selama
ini mengklaim memperjuangkan kepentingan rakyat Papua, namun justru menebar
teror dan kekerasan terhadap sesama.
Berdasarkan
informasi dari sumber lapangan, kedua korban ditemukan pada sebuah kawasan
hutan di sekitar Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, dengan kondisi tubuh penuh luka
akibat benda tajam dan tumpul. Diduga kuat, keduanya menjadi korban dari
perselisihan internal antara dua faksi dalam tubuh OPM yang saling curiga
terkait pembagian logistik dan bantuan senjata. Perseteruan tersebut telah
berlangsung lama dan semakin memanas beberapa pekan terakhir.
Tokoh
masyarakat Papua, Pdt. Markus Wanimbo, mengecam keras tindakan brutal
antaranggota OPM yang terus menimbulkan korban jiwa. Ia menegaskan bahwa
kelompok tersebut sudah jauh melenceng dari cita-cita damai dan keadilan yang
selalu mereka serukan di luar negeri.
“Kalau
mereka benar memperjuangkan rakyat Papua, seharusnya tidak membunuh sesama. Ini
bukti nyata bahwa OPM kini dikuasai oleh kebencian dan kepentingan pribadi,”
tegas Wanimbo, Senin (27/10/2025).
Sementara
itu, Ketua Adat wilayah Pegunungan Tengah, Yafet Kogoya, juga menyampaikan
keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, konflik internal yang
berujung pembunuhan hanya memperlihatkan betapa rapuhnya struktur organisasi
OPM saat ini.
“Anak-anak
muda kita dibujuk bergabung dengan iming-iming perjuangan, padahal ujungnya
saling bunuh sendiri. Ini bukan perjuangan, ini kehancuran,” ujar Yafet.
Peristiwa
berdarah ini menambah panjang daftar korban akibat pertikaian di tubuh OPM.
Masyarakat Papua berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat terus menjaga
situasi agar tidak semakin memburuk, serta memastikan rakyat sipil tidak
menjadi korban akibat konflik internal kelompok bersenjata tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar