Sebby Sambom Tebar Hoaks, Sebut Rakyat Pendatang Sebagai Mata-Mata Apkam
Papeda.com- Jubir
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM),
Sebby Sambom, kembali menebar pernyataan provokatif dan menyesatkan. Dalam
sebuah pernyataan, Sebby menyebut bahwa masyarakat pendatang di Papua adalah
mata-mata aparat keamanan (Apkam) dan bahkan menganggap mereka sebagai ancaman
yang berhak untuk dibunuh. Klaim tersebut sontak menuai kecaman luas dari
berbagai tokoh masyarakat, pemuda, maupun tokoh agama di Papua.
Sebby
Sambom menyebut para pendatang sebagai “imigran dari negara kolonial Indonesia”
yang menurutnya menjadi alat kekuasaan. Ia bahkan menyampaikan secara terbuka
bahwa rakyat pendatang layak dihabisi dengan dalih membela perjuangan
separatisme. Narasi penuh kebencian ini dinilai tidak hanya mengadu domba
masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu konflik horizontal di Tanah Papua.
Tokoh
masyarakat Papua, Yulius Wenda, mengecam keras ucapan tersebut. Ia menegaskan
bahwa Papua adalah rumah bersama, tempat berbagai suku bangsa hidup
berdampingan. “Menyebut pendatang sebagai mata-mata dan ancaman adalah tuduhan
tidak berdasar. Justru masyarakat pendatang banyak membantu pembangunan,
membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Mereka saudara
kita, bukan musuh,” tegas Yulius, Jumat (26/9/2025).
Senada
dengan itu, tokoh pemuda Paniai, Markus Pekei, menilai pernyataan Sebby hanya
bertujuan menebar ketakutan. Menurutnya, OPM sudah lama menggunakan isu SARA
untuk memecah belah persatuan masyarakat Papua dengan pendatang. “Masyarakat
Papua tidak ingin terprovokasi. Kami tahu bahwa tujuan mereka hanya untuk
membuat Papua tidak aman dan menakut-nakuti warga. Kami menolak tegas narasi
kebencian itu,” kata Markus.
Dengan
pernyataan provokatifnya, Sebby Sambom dinilai semakin kehilangan simpati
rakyat Papua. Bukannya memperjuangkan aspirasi masyarakat, ia justru
memperkeruh keadaan dengan menebar hoaks dan mendorong terjadinya kekerasan.
Tokoh adat di Wamena, Lukas Tabuni, menegaskan bahwa rakyat Papua ingin hidup
damai. “Cukup sudah konflik di tanah ini. Kami tidak butuh kebencian, kami
butuh persatuan dan kedamaian,” katanya.
Masyarakat
Papua sepakat bahwa narasi hoaks yang ditebar Sebby Sambom tidak mewakili suara
rakyat. Kehadiran pendatang di Papua adalah bagian dari kehidupan bersama dalam
bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Warga berharap aparat terus menjaga
situasi agar provokasi serupa tidak mengganggu kedamaian yang sedang dibangun
di Tanah Papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar