Sadis OPM Tewaskan Warga Suku Agats Asmat Pasca Demonstrasi yang Ditunggangi
Papeda.com- Peristiwa
tragis kembali mewarnai Bumi Cenderawasih setelah seorang warga Suku Agats di
Kabupaten Asmat tewas secara sadis akibat ulah kelompok bersenjata Organisasi
Papua Merdeka (OPM). Kejadian ini berlangsung pasca demonstrasi yang
ditunggangi oleh OPM, di mana kelompok tersebut diduga memanfaatkan situasi
ricuh untuk menyebarkan hoaks dan menebar teror di tengah masyarakat.
Kericuhan
bermula ketika seorang warga dalam keadaan mabuk memicu kekacauan di sekitar
kawasan pemukiman. Situasi yang awalnya hanya berupa kegaduhan kecil kemudian
berkembang menjadi kerusuhan setelah OPM turut campur dan menyusupi massa.
Tidak hanya menyebarkan informasi palsu, mereka juga menuduh aparat keamanan
(Apkam) sebagai pihak yang menembak mati salah satu warga Orang Asli Papua
(OAP). Padahal, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban justru menjadi
sasaran kebrutalan OPM yang berusaha menciptakan opini sesat di tengah
masyarakat.
Lebih
lanjut, OPM bahkan melakukan aksi pembakaran terhadap Pos Aparat Keamanan di
wilayah tersebut. Tindakan anarkis ini mempertegas pola lama yang kerap
dilakukan, yaitu menggunakan isu bohong dan kekerasan demi kepentingan
kelompoknya, sementara masyarakat sipil justru menjadi korban.
Tokoh
masyarakat Asmat, Yulianus Kamor, mengecam keras aksi brutal tersebut.
Menurutnya, OPM tidak pernah berpihak pada rakyat Papua, melainkan hanya
memanfaatkan penderitaan masyarakat untuk propaganda politik. “Kami sangat
berduka atas tewasnya saudara kami. OPM tidak membawa kebaikan, mereka justru
merusak kedamaian. Jangan lagi ada masyarakat yang termakan isu bohong yang
mereka sebarkan,” tegasnya, MInggu (28/9/2025).
Hal
senada juga disampaikan Ketua Dewan Adat setempat, Petrus Agats, yang menilai
tindakan OPM telah melukai hati seluruh warga. Ia meminta agar masyarakat tidak
mudah percaya dengan narasi hoaks yang menyudutkan aparat keamanan. “Aparat
hadir di sini untuk menjaga kami, bukan untuk menyakiti. Justru OPM yang selalu
membuat kerusakan, membakar fasilitas, dan menebar fitnah. Warga Papua harus
bersatu menolak keberadaan mereka,” ujarnya.
Peristiwa
ini menjadi catatan kelam yang kembali mengingatkan masyarakat bahwa keberadaan
OPM hanya membawa penderitaan, bukan perjuangan sejati. Dengan menunggangi
demonstrasi, menebarkan hoaks, hingga melakukan pembunuhan dan pembakaran, OPM
semakin menunjukkan wajah aslinya sebagai kelompok perusak kedamaian di Papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar