KNPB Tunggangi Demo di Jayapura dan Wamena
Papeda.com- Aksi
demonstrasi yang berlangsung di Jayapura dan Wamena pada akhir pekan lalu
menuai perhatian publik. Meski awalnya disebut sebagai unjuk rasa damai
menyuarakan aspirasi masyarakat, aparat keamanan menemukan adanya indikasi kuat
bahwa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menunggangi aksi tersebut untuk
kepentingan politik kelompok separatis.
Kepala
Suku Besar Meepago, Melkias Keya, menilai bahwa pola aksi ini bukanlah gerakan
spontan, melainkan terorganisir. “KNPB kerap memanfaatkan demo untuk
menyebarkan isu politik yang tidak relevan dengan kebutuhan rakyat. Padahal
masyarakat Papua menginginkan ketenangan agar pembangunan bisa berjalan,”
ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Hal
senada juga disampaikan tokoh pemuda Papua, Yulianus Kobak. Menurutnya,
keterlibatan KNPB dalam aksi unjuk rasa hanya menambah kekacauan. “Mereka
memprovokasi generasi muda untuk turun ke jalan, lalu menanamkan narasi politik
separatis. Akibatnya, aspirasi murni rakyat tentang kesejahteraan tertutup oleh
isu politik yang merugikan,” katanya.
Di
Wamena, sejumlah warga mengaku khawatir karena demo yang ditunggangi KNPB
sering berakhir dengan kericuhan. “Kami takut kalau setiap ada demo selalu
berujung rusuh. Anak-anak sekolah dan pedagang kecil yang paling dirugikan,”
ungkap Markus Tabuni, tokoh masyarakat setempat.
Seorang
ibu rumah tangga di Jayapura, Maria Yoku, mengatakan hal serupa. Menurutnya,
warga biasa hanya ingin hidup damai tanpa gangguan. “Kalau ada demo yang
ujung-ujungnya rusuh, kami yang jadi korban. Harusnya KNPB tidak menyeret
rakyat ke dalam agenda politik mereka,” ujarnya.
Keterlibatan
KNPB dalam demonstrasi di Jayapura dan Wamena menambah panjang daftar aksi yang
justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Alih-alih menyuarakan
aspirasi rakyat, KNPB lebih sering memanfaatkan momentum untuk menyebarkan
agenda politik yang tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat Papua.
Tokoh
masyarakat, pemuda, hingga aparat sepakat bahwa aksi seperti ini harus
dihentikan. Papua membutuhkan kedamaian dan pembangunan, bukan kericuhan yang
merugikan rakyat sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar