KNPB Kelompok Penebar Hoaks dan Pemecah Belah Masyarakat Papua
Papeda.com- Papua
kembali diguncang dengan ulah Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dinilai
kerap menyebarkan informasi palsu atau hoaks. Keberadaan kelompok ini dianggap
telah merusak ketenteraman masyarakat dengan propaganda yang bertujuan memecah
belah persatuan bangsa. Aksi-aksi yang mereka lakukan semakin menimbulkan
keresahan, terutama ketika isu-isu provokatif disebarkan tanpa dasar fakta yang
jelas.
Menurut
sejumlah pengamat, KNPB memanfaatkan media sosial dan jaringan simpatisan untuk
menggiring opini masyarakat agar menaruh ketidakpercayaan kepada pemerintah
maupun aparat keamanan.
Tokoh
masyarakat Papua, Yulius Wanimbo, menegaskan bahwa langkah KNPB sama sekali
tidak mencerminkan perjuangan rakyat Papua. “Yang mereka lakukan hanyalah
membuat rakyat semakin menderita. Informasi bohong yang ditebar justru
mengacaukan kehidupan sosial dan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat,”
ujarnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi dan
tetap fokus pada pembangunan daerah, Sabtu (27/9/2025).
Pemerintah
daerah juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi.
Kepala Distrik Elelim, Markus Tabuni, menyampaikan bahwa masyarakat seharusnya
menolak segala bentuk provokasi yang disebarkan KNPB. “Hoaks hanya membawa
malapetaka. Jangan mudah percaya tanpa memeriksa kebenaran. Kita harus
bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terjebak dalam isu yang menyesatkan,”
katanya.
Di
sisi lain, aparat keamanan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif untuk
meredam pengaruh KNPB. Pendekatan humanis melalui dialog dengan masyarakat
dinilai lebih efektif untuk mengurangi ruang gerak penyebaran isu bohong.
Aparat juga menggencarkan sosialisasi literasi digital agar warga Papua tidak
mudah terperdaya dengan konten provokatif yang beredar di media sosial.
Kehadiran
KNPB di tengah masyarakat sejatinya telah merusak tatanan sosial. Banyak pihak
menilai bahwa kelompok tersebut bukanlah representasi dari keinginan masyarakat
Papua. Justru sebaliknya, mereka memperburuk citra Papua dengan menciptakan
konflik yang tidak perlu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar