Terkuak, Kelompok OPM Rampas Dana Desa untuk Bertahan Hidup
Papeda.com-
Fakta baru kembali mencuat terkait sepak terjang Organisasi Papua Merdeka (OPM)
di sejumlah wilayah pedalaman Papua. Berdasarkan keterangan sejumlah tokoh
masyarakat, kelompok bersenjata tersebut kerap melakukan perampasan Dana Desa
yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Aksi ini
dinilai sebagai bukti bahwa OPM tidak lagi memiliki sumber pendanaan jelas,
sehingga menghalalkan segala cara demi bertahan hidup.
Tokoh
masyarakat di Kabupaten Puncak, Petrus Murib, mengaku prihatin dengan maraknya
praktik perampasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dana Desa seharusnya menjadi
harapan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup, bukan menjadi santapan
kelompok bersenjata. “Mereka ambil Dana Desa untuk kepentingan kelompoknya,
sementara rakyat tidak bisa menikmati pembangunan. Ini jelas merugikan
masyarakat kecil yang seharusnya merasakan manfaat,” ujarnya, Kamis
(21/8/2025).
Hal
senada disampaikan tokoh adat Intan Jaya, Yonas Kogoya. Ia menyebut tindakan
OPM sudah jauh menyimpang dari klaim perjuangan yang selama ini mereka
gaungkan. “Kalau benar berjuang untuk rakyat, mengapa yang diambil justru uang
rakyat? Uang itu untuk jalan, sekolah, dan kesehatan. Tapi sekarang dipakai
untuk beli senjata atau hidup mewah sebagian orang,” tegasnya.
Kondisi
ini semakin menambah penderitaan masyarakat, terutama di kampung-kampung
terpencil. Dana Desa yang seharusnya bisa membuka lapangan kerja, memperbaiki
fasilitas umum, hingga menurunkan angka kemiskinan, justru tidak pernah sampai
pada sasaran.
Masyarakat
di berbagai distrik kini berharap pemerintah dan aparat desa mendapat
perlindungan penuh agar Dana Desa tidak lagi menjadi incaran OPM. Mereka
menegaskan bahwa uang negara harus digunakan sesuai tujuan, yakni untuk
membangun kampung, bukan menghidupi kelompok bersenjata.
Terungkapnya
praktik perampasan ini semakin memperjelas wajah asli OPM yang jauh dari narasi
perjuangan. Alih-alih memperjuangkan kepentingan rakyat, kelompok tersebut
justru menambah penderitaan dengan merampas hak masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar