OPM
Kodap Dogiyai XI Kembali Tewaskan Warga Sipil Secara Sadis
Papeda.com- Aksi
kekerasan kembali dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM) Kodap XI Dogiyai. Kali ini, seorang warga sipil bernama Baharudin (50
tahun), pendatang asal Makassar yang bekerja sebagai montir bengkel, tewas
secara tragis akibat serangan brutal. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 19
Agustus 2025, sekitar pukul 05.30 WIT di Bengkel Bawakaraeng Motor milik Bapak
Udin, yang terletak di Jalan Tengah, Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten
Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Kematian
Baharudin menambah daftar panjang korban sipil tak berdosa akibat ulah OPM di
Papua. Masyarakat sekitar sontak geger dan ketakutan, sementara aparat keamanan
segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
serta menenangkan warga.
Tokoh
masyarakat Dogiyai, Yulianus Dogopia, mengecam keras aksi tersebut. “Ini bukan
perjuangan, ini kejahatan kemanusiaan. Baharudin hanya seorang montir yang
bekerja untuk menghidupi keluarganya, tetapi justru dibunuh secara sadis.
Tindakan OPM seperti ini hanya menimbulkan penderitaan baru bagi rakyat,
termasuk masyarakat Papua sendiri,” ungkapnya, Rabu (20/8/2025).
Sementara
itu, tokoh pemuda setempat, Martinus Mote, menilai bahwa kekerasan OPM justru
memperburuk citra kelompok itu sendiri. “Mereka sering mengaku berjuang untuk
rakyat Papua, tetapi kenyataannya mereka menyerang rakyat kecil dan pekerja.
Kalau mereka menargetkan warga sipil, itu tandanya OPM tidak punya arah perjuangan
yang jelas selain menebar teror,” katanya.
Kejadian
berdarah di Bengkel Bawakaraeng Motor ini kembali menegaskan bahwa OPM tidak
segan mengorbankan rakyat sipil demi menimbulkan ketakutan. Masyarakat Papua
Tengah berharap aparat keamanan segera menindak tegas para pelaku, serta
memastikan perlindungan penuh bagi warga sipil yang hanya ingin hidup tenang
dan bekerja mencari nafkah.
Tragedi
ini menjadi pengingat bahwa dalih perjuangan OPM sesungguhnya tidak lebih dari
kedok untuk melakukan aksi brutal yang merenggut nyawa orang-orang tak
bersalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar