Kembali Berulah, OPM Ganggu Masyarakat Yahukimo, Akibatkan Pengungsian
Papeda.com- Situasi
keamanan di Kabupaten Yahukimo kembali memanas setelah kelompok bersenjata yang
mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan aksi gangguan terhadap
masyarakat setempat. Insiden yang terjadi pada akhir pekan ini mengakibatkan
ratusan warga terpaksa mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman.
Tokoh
adat Yahukimo, Yonas Kobak, mengecam keras tindakan OPM tersebut. “Mereka
mengaku berjuang untuk rakyat Papua, tapi justru membuat rakyat menderita.
Rumah terbakar, anak-anak trauma, dan warga terpaksa lari dari kampung sendiri.
Ini bukan perjuangan, ini menyakiti rakyat,” ujarnya tegas, Minggu (17/8/2025).
Pendeta
Samuel Wanimbo dari Gereja Kingmi setempat menyatakan bahwa aksi kekerasan
hanya akan menambah luka sosial yang sudah lama diderita masyarakat Yahukimo.
“Kami
sudah terlalu sering melihat darah, api, dan air mata di tanah ini. Kalau
memang mau bicara soal masa depan Papua, hentikan senjata. Mari duduk bersama,
bukan membakar rumah rakyat,” kata Pendeta Samuel.
Ketua
Pemuda Distrik Dekai, Matius Boma, menilai bahwa konflik yang berulang ini
membuat generasi muda kehilangan masa depan. “Anak-anak tidak bisa sekolah,
pemuda tidak bisa bekerja, dan semua sibuk memikirkan bagaimana bertahan hidup.
Sampai kapan OPM mau menjadikan rakyat tameng?” ungkap Matius.
Para
tokoh masyarakat Yahukimo sepakat bahwa kekerasan tidak membawa manfaat bagi
rakyat Papua. Mereka mendesak OPM menghentikan tindakan yang merugikan warga
sipil dan meminta pemerintah memperkuat upaya perlindungan serta pemulihan bagi
korban.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar