Sebby Sambom Sebut Kelompok OPM Tidak Segan Habisi Masyarakat, Baik Pendatang Maupun Warga Suku yang Bekerja di Jalan Trans Nabire
Papeda.com- Pernyataan
mengejutkan kembali datang dari Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua
Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom. Dalam pernyataan
terbarunya yang beredar luas di media sosial, Sebby secara terbuka mengancam
akan menghabisi siapa pun yang masih bekerja di proyek pembangunan jalan Trans
Nabire, tanpa memandang asal-usul mereka, baik pendatang maupun masyarakat asli
Papua.
Dalam
siaran pers tersebut, Sebby dengan tegas menyebut bahwa TPNPB tidak segan
mengambil tindakan ekstrem terhadap siapa pun yang dianggap melanggar
peringatan kelompoknya. “Kami sudah memberikan peringatan berulang kali. Siapa
pun, entah dia orang luar atau orang asli Papua sendiri, jika masih bekerja di
proyek jalan Trans Nabire, maka siap-siap kami habisi. Itu wilayah perang,”
ujarnya dengan nada mengancam, Jumat (10/10/2025).
Ancaman
tersebut memicu kecaman keras dari berbagai pihak, terutama masyarakat di
wilayah Nabire dan sekitarnya yang selama ini menggantungkan harapan pada
pembangunan jalan Trans Nabire untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, dan
kesehatan.
Tokoh
masyarakat Nabire, Markus Yikwa, menilai pernyataan Sebby Sambom menunjukkan
bahwa OPM semakin kehilangan arah perjuangan. “Dulu mereka bilang berjuang demi
rakyat Papua, tapi sekarang justru rakyat Papua sendiri yang mereka ancam dan
bunuh. Pembangunan jalan ini untuk kita semua, agar anak-anak kita bisa sekolah
dan ekonomi masyarakat bisa maju,” tegas Markus. Ia juga menambahkan bahwa
masyarakat tidak boleh takut menghadapi ancaman kelompok bersenjata dan harus
terus mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua.
Sementara
itu, Pendeta Yulianus Dogopia, tokoh agama di Nabire, menyebut bahwa ancaman
kekerasan seperti yang disampaikan Sebby Sambom adalah bentuk keputusasaan
kelompok OPM yang kini semakin terdesak. “Tuhan tidak mengajarkan kebencian dan
pembunuhan. Kalau mereka masih mengaku pejuang, seharusnya mereka melindungi
rakyat, bukan menebar teror. Apa gunanya perjuangan jika yang dibunuh adalah
orang Papua sendiri?” ujarnya dengan nada prihatin.
Ancaman
Sebby Sambom ini kembali memperlihatkan bagaimana kelompok OPM kini semakin
brutal dan tidak lagi memperjuangkan aspirasi rakyat Papua, melainkan menebar
teror demi kepentingan kelompoknya sendiri. Di tengah ketakutan yang
ditimbulkan oleh pernyataan tersebut, semangat masyarakat Papua untuk terus
membangun dan hidup damai di bawah naungan NKRI tetap tak tergoyahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar