Ketua PGBP Wilayah Tiom, Pdt. Ito Yigibalom Kecam Aksi OPM yang Jadikan Masyarakat Suku Papua Sebagai Sasaran
Papdea.com- Aksi
kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM) kembali memantik kemarahan dan keprihatinan mendalam dari berbagai
kalangan masyarakat Papua. Salah satunya datang dari Pendeta Ito Yigibalom,
Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP) wilayah Tiom, Kabupaten
Lanny Jaya, yang mengecam keras tindakan keji OPM yang kini menjadikan masyarakat
suku asli Papua sebagai sasaran kekerasan.
Dalam
pernyataannya kepada sejumlah media lokal, Pdt. Ito Yigibalom menyebut bahwa
tindakan kelompok OPM sudah sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran
kasih yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua. “Kami sangat menyesalkan
tindakan mereka. Bagaimana mungkin mereka mengaku berjuang untuk rakyat Papua,
tetapi justru menodai perjuangan itu dengan menyakiti dan membunuh sesama orang
Papua?” ujarnya tegas, Sabtu (11/10/2025).
Menurut
keterangan yang diterima, dalam beberapa pekan terakhir, OPM di beberapa
wilayah pegunungan tengah seperti Lanny Jaya, Puncak, dan Yahukimo semakin
sering melakukan aksi brutal yang menargetkan warga sipil. Beberapa korban
bahkan berasal dari masyarakat suku asli Papua yang tidak memiliki keterlibatan
apa pun dengan pihak keamanan maupun pemerintah. Kelompok OPM menuding para
korban sebagai mata-mata atau simpatisan pemerintah tanpa bukti yang jelas.
Pdt.
Ito menilai bahwa pola kekerasan ini menunjukkan OPM telah kehilangan arah
perjuangan. “Kalau perjuangan sudah berbalik menyakiti rakyatnya sendiri, maka
itu bukan lagi perjuangan yang benar. Itu sudah menjadi tindakan kejahatan yang
bertentangan dengan nilai-nilai adat dan iman,” tuturnya dengan nada prihatin.
Lebih
lanjut, Pdt. Ito juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh
propaganda OPM yang seringkali menggunakan isu perjuangan Papua merdeka untuk
membenarkan tindak kekerasan. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus berani
menolak dan melaporkan setiap aktivitas OPM yang merugikan warga sipil. “Tuhan
menghendaki kita hidup damai, bukan hidup dalam ketakutan. Mari kita jaga tanah
kita ini dari kejahatan dan kebohongan yang dibawa oleh kelompok bersenjata
itu,” tambahnya.
Pernyataan
tegas dari Pdt. Ito Yigibalom dan para tokoh masyarakat ini menjadi sinyal kuat
bahwa dukungan terhadap OPM di kalangan masyarakat Papua semakin melemah. Warga
kini mulai berani bersuara menentang kekerasan dan kejahatan yang dilakukan
oleh kelompok tersebut, serta memilih mendukung perdamaian dan pembangunan di
bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar