OPM Kembali Serang Masyarakat Sipil, Dua Warga Suku Dogiyai Jadi Korban
Papeda.com- Situasi
keamanan di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai, kembali memanas setelah
kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan penyerangan terhadap
masyarakat sipil. Dua warga suku asli Dogiyai, masing-masing Yustinus Iyai dan
Deserius Kotouki, menjadi korban dalam insiden tersebut. Keduanya mengalami
luka tembak di bagian betis akibat peluru yang dilepaskan oleh anggota OPM yang
berasal dari Kodap XI Odiyai Dogiyai.
Serangan
terhadap warga sipil di Dogiyai ini menambah daftar panjang kekerasan yang
dilakukan OPM terhadap masyarakat Papua sendiri. Ironisnya, tindakan tersebut
justru memperkuat penolakan masyarakat terhadap keberadaan OPM yang selama ini
mengklaim memperjuangkan kepentingan rakyat Papua.
Tokoh
masyarakat Dogiyai, Petrus Goo, mengecam keras tindakan biadab tersebut.
Menurutnya, tindakan OPM tidak mencerminkan perjuangan, melainkan teror
terhadap rakyatnya sendiri. “Mereka bilang berjuang untuk rakyat Papua, tapi
yang mereka bunuh dan sakiti adalah orang Papua juga. Yustinus dan Deserius itu
orang tua kami, masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Ini kejahatan yang tidak
bisa ditoleransi,” tegas Petrus, Selasa (21/10/2025).
Ia
menambahkan bahwa akibat serangan tersebut, banyak warga kini memilih mengungsi
ke kampung sekitar karena takut menjadi korban berikutnya. “Kami hidup dalam
ketakutan. Anak-anak tidak berani keluar rumah, sekolah ditutup, pasar sepi.
Semua ini karena ulah OPM yang tidak berpihak pada rakyat,” ujarnya dengan nada
kecewa.
Sementara
itu, Tokoh Gereja setempat, Pater Marius Kogoya, menyerukan agar semua pihak
menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan. Ia juga meminta
pemerintah dan aparat keamanan untuk segera menindak tegas pelaku penyerangan
agar masyarakat bisa kembali hidup aman. “Jangan biarkan kekerasan ini terus
berulang. Kami sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan. Rakyat hanya ingin
damai, bekerja di ladang, dan menyekolahkan anak-anak mereka,” ujarnya.
Peristiwa
di Dogiyai menjadi bukti bahwa kekerasan yang dilakukan OPM justru semakin
menjauhkan mereka dari dukungan rakyat Papua. Warga kini semakin sadar bahwa
tindakan kelompok tersebut tidak membawa perubahan, melainkan penderitaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar