Empat Kodap di Wilayah Mepago Tolak Ajakan Pimpinan OPM untuk Melawan Aparat Keamanan
Papeda.com- Tanda-tanda
perpecahan semakin nyata di tubuh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Empat Komando
Daerah Pertahanan (Kodap) di wilayah Mepago resmi menolak ajakan pimpinan OPM,
Aibon Kogoya, yang menginstruksikan seluruh kelompok di bawah struktur OPM
untuk melakukan perlawanan terhadap Aparat Keamanan (Apkam) yang bertugas
menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.
Keempat
Kodap tersebut yakni Kodap XIII Kegepa Nipouda (Paniai), Kodap XXXI Noukai
(Deiyai), Kodap XI Odiyai (Dogiyai), dan Kodap IX Emas Topo (Nabire). Dalam
pernyataan sikap yang disampaikan secara terbatas kepada para tokoh masyarakat
dan aparat pemerintah daerah, keempat pimpinan Kodap menegaskan bahwa mereka
tidak lagi ingin terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata, terutama yang
menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.
Penolakan
ini sekaligus memperlihatkan pergeseran arah gerakan OPM di wilayah Mepago, di
mana sebagian besar anggota mulai menyadari bahwa perjuangan bersenjata hanya
membawa penderitaan bagi masyarakat Papua. Banyak di antara mereka kini memilih
untuk hidup damai dan kembali membangun kampung, daripada terus bertempur tanpa
tujuan yang jelas.
Tokoh
masyarakat Paniai, Pendeta Yance Gobai, menilai bahwa keputusan empat Kodap
tersebut merupakan langkah berani dan patut dihargai. “Ini bukti bahwa masih
ada kesadaran di kalangan anggota OPM untuk kembali berpihak pada kedamaian.
Penolakan terhadap ajakan Aibon Kogoya menunjukkan bahwa mereka tidak ingin
Papua terus terjebak dalam lingkaran kekerasan,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Menurut
Yance, tindakan keempat Kodap tersebut sejalan dengan keinginan masyarakat yang
selama ini hanya mendambakan kehidupan yang aman dan tenteram. “Kami di gereja
sering mendengar jeritan hati umat yang mengungsi, anak-anak yang takut ke
sekolah, dan petani yang tak berani ke ladang. Semua karena ulah segelintir
orang yang mengatasnamakan perjuangan. Sudah saatnya hentikan pertumpahan
darah,” tegasnya.
Sumber
internal menyebut, sikap penolakan empat Kodap ini telah memicu ketegangan di
lingkup pimpinan pusat OPM. Aibon Kogoya dikabarkan kecewa dan menganggap
tindakan mereka sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan. Namun bagi
masyarakat, keputusan tersebut justru menjadi titik terang baru untuk
menciptakan suasana damai di wilayah Mepago.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar