Sebby Sambom Jadikan OPM Pagar Hidup, Dirinya Terima Banyak Uang Sementara Anggota Gugur di Hutan Papua
Papeda.com- Sikap
juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka
(TPNPB-OPM), Sebby Sambom, kembali menuai kecaman dari berbagai kalangan. Di
tengah narasi perjuangan yang selalu ia gaungkan dari luar negeri, fakta di
lapangan menunjukkan bahwa anggota OPM terus menjadi korban, gugur satu per
satu di hutan Papua akibat pertempuran, penyakit, dan kelaparan. Ironisnya,
Sebby justru diduga menikmati kehidupan nyaman dan menerima banyak keuntungan
finansial dari propaganda yang ia sebarkan.
Banyak
laporan dari tokoh masyarakat di Papua menegaskan bahwa Sebby Sambom tidak
pernah hadir secara langsung di medan pertempuran. Ia hanya menggunakan media
sebagai sarana untuk mengobarkan perlawanan, sementara anggota OPM di pedalaman
dijadikan pagar hidup menghadapi aparat keamanan.
Tokoh
masyarakat Intan Jaya, Markus Wanimbo, menilai tindakan Sebby adalah bentuk
pengkhianatan terhadap rakyat Papua. “Dia berbicara lantang dari tempat yang
aman, sementara anak-anak muda Papua yang tergabung di OPM harus mati sia-sia
di hutan. Ini bukan perjuangan, tapi penipuan terhadap rakyat Papua,” ujarnya
dengan nada tegas, Minggu (21/9/2025).
Senada
dengan itu, tokoh pemuda asal Dogiyai, Yulius Pekei, menyatakan bahwa
masyarakat sudah mulai sadar akan manipulasi Sebby. “Orang ini hanya cari uang.
Dia menerima donasi, bantuan, bahkan mungkin dukungan asing, tapi semua tidak
sampai ke anggota OPM di lapangan. Justru mereka dibiarkan mati perlahan karena
tidak ada logistik maupun perawatan medis,” katanya.
Dalam
beberapa tahun terakhir, aparat keamanan mencatat semakin banyak anggota OPM
yang menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI. Mereka mengaku tidak tahan
hidup dalam keterbatasan, tanpa jaminan makan, kesehatan, maupun masa depan.
Pengakuan sejumlah mantan anggota menguatkan dugaan bahwa pimpinan OPM di luar
negeri, termasuk Sebby Sambom, hanya memanfaatkan mereka sebagai alat
propaganda.
Fenomena
ini semakin menegaskan adanya kesenjangan besar antara narasi perjuangan yang
dibangun oleh Sebby Sambom dan kenyataan getir yang dialami anggota OPM di
lapangan. Banyak keluarga di Papua kehilangan anak, saudara, maupun suami
karena ikut kelompok ini, sementara kehidupan Sebby berjalan jauh dari
penderitaan rakyatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar