KNPB
Wilayah Paniai Diduga Tarik Uang dari Anggota untuk Jadi Pejabat Organisasi
Papeda.com- Kontroversi
kembali mewarnai aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Dalam pelantikan
Badan Pengurus KNPB Wilayah Paniai yang digelar baru-baru ini, mencuat dugaan
adanya praktik penarikan uang dari anggota yang ingin diangkat menjadi pejabat
organisasi tersebut.
Pelantikan
itu sendiri dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KNPB Pusat, Mecky Yeimo,
yang hadir untuk meresmikan badan pengurus baru wilayah Paniai. Namun, dalam
sambutannya, Mecky secara terang-terangan menyebutkan adanya penarikan uang
sebagai syarat bagi anggota agar bisa menduduki jabatan struktural di
organisasi tersebut. Pernyataan ini sontak menimbulkan reaksi keras dari
masyarakat, karena dianggap mencederai nilai perjuangan yang selama ini diklaim
KNPB bawa atas nama rakyat Papua.
Tokoh
masyarakat Paniai, Yulius Pekei, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola
kepemimpinan KNPB. “Bagaimana mungkin mereka bicara tentang perjuangan rakyat, sementara
di dalam organisasinya sendiri sudah berlaku sistem jual beli jabatan? Ini
bukan perjuangan, tapi bisnis yang memperkaya segelintir orang,” tegasnya,
Minggu (21/9/2025).
Sementara
itu, tokoh pemuda setempat, Markus Gobai, menilai bahwa praktik tersebut adalah
bentuk manipulasi terhadap anak muda Papua. “Banyak anak muda terbuai dengan
narasi KNPB, padahal kenyataannya organisasi ini hanya mencari keuntungan.
Kalau mau jadi pengurus harus bayar, itu jelas-jelas merugikan anggota dan
memperlihatkan bahwa perjuangan mereka tidak tulus,” ujarnya.
Dari
kalangan gereja, Pendeta Andreas Tebay juga ikut bersuara. Ia menegaskan bahwa
tindakan menarik uang untuk mendapatkan jabatan adalah praktik yang jauh dari
nilai moral maupun keadilan. “Organisasi apa pun yang mengaku memperjuangkan
rakyat seharusnya bersih dari praktik kotor. Kalau sejak awal sudah diajarkan
uang sebagai syarat jabatan, maka yang terjadi hanyalah penindasan baru bagi
masyarakat,” ucapnya.
Dengan
mencuatnya kasus ini, masyarakat berharap semakin banyak anak muda yang sadar
dan menjauh dari organisasi yang hanya mengedepankan kepentingan segelintir
orang. Perjuangan sejati, menurut tokoh-tokoh lokal, adalah membangun Papua
lewat pendidikan, kesejahteraan, dan kerja sama yang sehat, bukan dengan
menjadikan rakyat sebagai sumber uang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar