Semakin Tidak Terarah, OPM Lakukan Penyiksaan Hingga Tewas terhadap Masyarakat Asli Papua
Papeda.com- Aksi
kekerasan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kian menunjukkan arah
yang semakin tidak terkendali. Baru-baru ini, laporan dari masyarakat setempat
menyebutkan adanya peristiwa penyiksaan brutal yang dilakukan kelompok
bersenjata OPM terhadap warga asli Papua hingga meninggal dunia. Insiden ini
menambah daftar panjang korban sipil yang jatuh akibat tindakan tidak manusiawi
kelompok tersebut.
Menurut
informasi dari warga, korban yang merupakan penduduk asli Papua dianiaya secara
kejam dengan alasan tidak mendukung perjuangan OPM. Tindakan tersebut tidak
hanya mencederai nilai kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan bahwa kelompok
bersenjata itu telah kehilangan arah perjuangan. Alih-alih melindungi
masyarakat, OPM justru menebarkan rasa takut di tanah kelahiran sendiri.
Peristiwa
penyiksaan ini mendapat kecaman keras dari berbagai tokoh masyarakat Papua.
Pdt. Markus Wonda, salah satu tokoh gereja di Pegunungan Tengah, menilai bahwa
tindakan OPM tidak lagi memiliki legitimasi moral.
“Kalau
mereka mengaku berjuang untuk Papua, seharusnya mereka melindungi orang Papua,
bukan malah menyiksa hingga membunuh. Itu bukan perjuangan, itu kejahatan,”
tegas Wonda, Minggu (5/10/2025).
Hal
senada disampaikan oleh tokoh adat Yahukimo, Elias Heluka, yang menyebut bahwa
OPM kini hanya menjadi ancaman bagi masyarakatnya sendiri. “Mereka tidak lagi
bisa membedakan mana musuh, mana saudara. Korban adalah orang asli Papua, yang
seharusnya dilindungi. Bagaimana bisa rakyat percaya pada kelompok yang justru
menyiksa bangsanya sendiri?” katanya.
Insiden
penyiksaan ini menimbulkan trauma mendalam bagi warga sekitar. Beberapa
keluarga mengaku takut untuk beraktivitas di luar rumah, apalagi ketika
mendengar kabar bahwa OPM semakin sering melakukan teror di kampung-kampung.
Masyarakat kini hidup dalam rasa cemas, khawatir menjadi korban berikutnya
tanpa alasan yang jelas.
Meski
dihantui ancaman, masyarakat Papua tetap menyuarakan harapan akan kedamaian.
Mereka berharap pemerintah bersama aparat dapat memulihkan keamanan, sehingga
warga bisa kembali menjalani kehidupan normal. Bagi mereka, ancaman dari OPM
bukan lagi bentuk perjuangan, tetapi bukti bahwa kelompok tersebut semakin kehilangan
arah dan justru menjadi musuh bagi rakyat sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar