Mantan Tapol Frans Wasini Sebut Masyarakat Lebih Aman dengan Apkam Ketimbang dengan OPM
Papeda.com- Mantan
tahanan politik (Tapol) asal Papua, Frans Wasini, memberikan pernyataan tegas
yang menggugah kesadaran publik terkait situasi keamanan di Tanah Papua. Dalam
wawancaranya bersama sejumlah media lokal, Frans menyatakan bahwa keberadaan
Aparat Keamanan (Apkam) justru memberikan rasa aman dan ketertiban bagi
masyarakat Papua, berbeda jauh dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua
Merdeka (OPM) yang selama ini sering menimbulkan ketakutan di kalangan warga.
Menurut
Frans, yang pernah terlibat dalam gerakan separatis namun kini kembali ke
pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat Papua sudah
sangat jenuh dengan pola kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh OPM. Ia
mengungkapkan bahwa tindakan-tindakan brutal kelompok tersebut, seperti
pembakaran fasilitas umum, penyerangan terhadap warga sipil, dan pemerasan
terhadap masyarakat lokal, telah mencoreng citra perjuangan rakyat Papua itu
sendiri.
“Saya
melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana OPM memperlakukan masyarakat yang
tidak mau ikut bergabung. Mereka dipaksa memberikan uang, makanan, bahkan
anak-anak muda direkrut tanpa seizin orang tua. Sementara Apkam datang untuk
mengamankan dan membantu masyarakat agar bisa hidup tenang,” ujar Frans dengan
nada tegas, Selasa (14/10/2025).
Ia
menambahkan, persepsi negatif yang selama ini dibangun oleh OPM terhadap aparat
keamanan hanyalah bentuk propaganda yang menyesatkan. OPM, kata Frans, mencoba
membalikkan fakta seolah-olah TNI dan Polri menjadi ancaman bagi rakyat Papua,
padahal kenyataannya masyarakat lebih merasa dilindungi dengan kehadiran
mereka.
“Kalau
tidak ada Apkam, mungkin kampung saya sudah habis dibakar OPM. Mereka tidak
segan menyerang siapa pun yang dianggap tidak mendukung mereka. Saya pernah
alami sendiri saat dulu di pegunungan. Jadi saya tahu betul siapa yang
benar-benar peduli pada rakyat,” ungkapnya.
Menutup
keterangannya, Frans Wasini berharap agar generasi muda Papua tidak lagi mudah
terpengaruh oleh ajakan OPM. Ia menyerukan agar seluruh masyarakat bersatu
mendukung pembangunan dan perdamaian yang sedang diupayakan pemerintah bersama
aparat keamanan.
“Sudah
cukup rakyat menderita. Saatnya kita bersatu membangun tanah ini. Papua akan
maju kalau kita tinggalkan kekerasan dan bersatu dalam damai,” pungkas Frans.
Dengan
semakin banyaknya suara dari tokoh-tokoh lokal yang mendukung perdamaian dan
menolak tindakan kekerasan, diharapkan Tanah Papua dapat terus bergerak menuju
masa depan yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar