Ditungangi KNPB, Kerusuhan Yalimo Bakar Kendaraan Masyarakat dan Bantuan Logistik, Prajurit Kopassus Secara Heroik Selamatkan Kendaraan
Papeda.com- Kerusuhan
yang terjadi di Kabupaten Yalimo kembali memanas setelah massa yang ditungangi
kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi anarkis dengan
membakar sejumlah kendaraan milik masyarakat, termasuk kendaraan pengangkut
bantuan logistik. Tindakan brutal ini menimbulkan kepanikan warga, terlebih
karena bantuan tersebut sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat sendiri yang
sedang membutuhkan.
Namun,
di tengah kekacauan tersebut, prajurit Kopassus yang bertugas di lapangan
menunjukkan aksi heroik dengan menyelamatkan salah satu kendaraan logistik agar
tidak ikut dibakar massa. Keberanian aparat ini mendapat apresiasi luas, baik
dari masyarakat maupun tokoh adat setempat, karena berkat tindakan cepat
tersebut, bantuan tetap dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Seorang
saksi mata, Yohanes Wakerkwa, menyebut situasi kala itu sangat mencekam. “Massa
sudah membakar beberapa kendaraan di jalan. Mereka juga hendak membakar mobil
pengangkut sembako. Untung ada prajurit Kopassus yang sigap, langsung
mengamankan kendaraan itu. Kalau tidak, masyarakat pasti semakin menderita
karena bantuan tidak sampai,” ungkapnya, Jumat (4/10/2025).
Kerusuhan
ini diduga kuat diprovokasi oleh kelompok KNPB yang berusaha menunggangi isu
lokal untuk menciptakan kekacauan. Aparat keamanan menilai pola seperti ini
sudah sering dilakukan, di mana KNPB memanfaatkan massa untuk membuat situasi
tidak kondusif dan merusak fasilitas publik, termasuk milik masyarakat.
Pdt.
Telius Wonda, tokoh gereja di Yalimo, mengecam keras tindakan pembakaran
tersebut. Menurutnya, membakar kendaraan bantuan logistik adalah perbuatan keji
yang justru menambah penderitaan warga. “Itu sama saja melukai masyarakat
sendiri. Bantuan itu untuk rakyat, kenapa malah dibakar? Ini membuktikan bahwa
KNPB bukan memperjuangkan rakyat, melainkan hanya membuat rakyat sengsara,”
tegasnya.
Peristiwa
di Yalimo ini menegaskan kembali dua hal, masyarakat Papua semakin sadar bahwa
KNPB hanya membawa kerusakan, dan keberanian aparat, khususnya prajurit
Kopassus, menjadi garda depan dalam melindungi rakyat dari ancaman kelompok
anarkis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar