Ditinggal oleh Anggota Kelompoknya, OPM Kodap IV Sorong Raya Minta Bantuan Uang Lewat Video karena Kehabisan Bamak
Papeda.com- Sebuah
video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan yang
dialami kelompok OPM Kodap IV Sorong Raya. Dalam video tersebut, terlihat
beberapa anggota kelompok bersenjata meminta bantuan uang kepada masyarakat
dengan alasan kehabisan bahan makanan (Bamak). Aksi ini menuai beragam
tanggapan dan kecaman dari masyarakat sekitar yang menilai bahwa kelompok itu
kini berada dalam kondisi terdesak dan kehilangan arah perjuangan.
Menurut
sumber lokal, video berdurasi sekitar dua menit itu menampilkan salah satu
anggota kelompok OPM Kodap IV yang menyampaikan pesan secara terbuka, meminta
agar masyarakat atau pihak tertentu memberikan bantuan uang dan logistik kepada
mereka. Permintaan tersebut dilakukan setelah banyak anggota kelompok
meninggalkan hutan dan memilih kembali ke kampung halaman karena tak sanggup
menahan kelaparan serta ketidakjelasan arah gerakan.
Tokoh
masyarakat Sorong, Yulianus Kambu, menilai bahwa kondisi tersebut menggambarkan
krisis internal yang sedang melanda kelompok OPM. “Kalau mereka benar
memperjuangkan sesuatu yang baik, tidak mungkin sampai meminta uang kepada
masyarakat. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi punya pegangan dan
kehilangan kepercayaan dari anggotanya sendiri,” ujar Yulianus, Kamis
(16/10/2025).
Ia
menambahkan bahwa masyarakat Papua sudah semakin cerdas dan tidak mudah
terpengaruh oleh narasi perjuangan yang digunakan kelompok bersenjata untuk
menutupi kepentingan pribadi. “Yang mereka lakukan bukan lagi perjuangan, tapi
pemaksaan dan pemerasan dengan cara halus. Masyarakat sudah tahu bahwa OPM
hanya menyusahkan rakyat Papua sendiri,” tambahnya.
Sementara
itu, Pendeta Markus Warikar, tokoh gereja di wilayah Sorong, juga mengungkapkan
keprihatinan terhadap situasi ini. Ia menilai, tindakan meminta uang melalui
video hanyalah bukti nyata bahwa kelompok tersebut sedang kehilangan kendali
dan arah moral. “Kalau benar mereka berjuang untuk rakyat Papua, seharusnya
mereka tidak meminta uang dari rakyat yang sedang berusaha hidup tenang. Ini
sangat memalukan dan mencederai martabat orang Papua,” tegas Pendeta Markus.
Masyarakat
Sorong berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa
jalan kekerasan tidak pernah membawa kesejahteraan. Perjuangan sejati, menurut
mereka, adalah membangun Papua dengan kerja nyata, bukan dengan senjata dan
permintaan bantuan yang memalukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar