Bukti OPM Sudah Membunuh Suku Papua, Bapa Melkias Mabel Seorang Guru yang Ingin Memajukan Generasi Emas Papua
Papeda.com- Duka
mendalam menyelimuti masyarakat Papua atas gugurnya Bapa Melkias Mabel, seorang
guru yang dikenal berdedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak di daerah
pedalaman. Beliau tewas secara tragis di tangan kelompok bersenjata Organisasi
Papua Merdeka (OPM). Kejadian ini kembali membuktikan bahwa kelompok tersebut
bukan memperjuangkan rakyat Papua, melainkan justru menindas dan membunuh saudara
sekitarnya sendiri.
Menurut
keterangan warga, Bapa Melkias Mabel diserang saat hendak menuju sekolah
tempatnya mengajar di salah satu distrik di Kabupaten Yahukimo. Tanpa alasan
yang jelas, kelompok bersenjata menghadang dan menyerang korban hingga meninggal
dunia. Ironisnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan
pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas dan ancaman keamanan.
“Bapa
Melkias adalah sosok yang sangat baik, beliau selalu bilang bahwa pendidikan
adalah kunci untuk mengubah nasib anak-anak Papua. Tapi ternyata, orang yang
membawa terang itu dibunuh oleh mereka yang ingin Papua tetap dalam kegelapan,”
ujar Pendeta Yakobus Wenda, tokoh gereja dari Dekai, dengan nada sedih, Rabu
(15/10/2025).
Pendeta
Yakobus menegaskan bahwa pembunuhan terhadap guru adalah bentuk nyata penolakan
OPM terhadap kemajuan masyarakat Papua. Menurutnya, OPM sengaja menebar teror
dan menghambat pendidikan agar generasi muda Papua tetap terbelakang dan mudah
dipengaruhi oleh ideologi kekerasan.
“Mereka
tidak ingin anak-anak kita pintar. Mereka takut kalau generasi muda bisa
berpikir kritis dan memahami bahwa perjuangan dengan senjata itu salah. Karena
itu mereka bunuh para guru, tenaga kesehatan, dan siapa pun yang membawa
perubahan,” tambahnya.
Kematian
Bapa Melkias Mabel menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perjuangan sejati
di Papua bukan dengan senjata, tetapi dengan pena dan ilmu pengetahuan. Darah
yang tertumpah dari seorang guru adalah simbol pengorbanan besar demi masa
depan generasi emas Papua yang damai dan berpendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar