Baku Tembak Kembali Terjadi di Bintuni, OPM Pimpinan Mayor Manfred Fatem Serang Permukiman Warga
Papeda.com- Situasi
keamanan di Kabupaten Teluk Bintuni kembali memanas setelah terjadi baku tembak
antara kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Mayor
Manfred Fatem dengan aparat keamanan, pada Jumat (17/10/2025). Insiden tersebut
menjadi perhatian luas lantaran kelompok OPM dilaporkan melakukan penembakan
secara membabi buta ke arah rumah-rumah warga sipil dan permukiman penduduk.
Dalam
pernyataannya melalui saluran komunikasi internal, Mayor Manfred Fatem mengakui
bahwa kelompoknya melakukan penembakan beruntun ke arah permukiman di salah
satu distrik di Bintuni. Akibat tindakan brutal itu, masyarakat setempat panik
dan berlarian menyelamatkan diri. Sebagian besar warga kini memilih mengungsi
ke dalam hutan untuk menghindari tembakan yang masih terdengar hingga siang
hari.
Beberapa
rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan peluru yang
menghantam dinding dan atap. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum seperti
sekolah dan balai kampung juga rusak akibat aksi penyerangan tersebut. Situasi
ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat yang selama ini
hidup damai dan berupaya membangun kehidupan normal.
Tokoh
masyarakat Teluk Bintuni, Yonas Rumbiak, menyayangkan keras tindakan kelompok
OPM yang menargetkan permukiman sipil. Ia menilai bahwa tindakan tersebut
mencerminkan semakin jauhnya kelompok itu dari nilai perjuangan rakyat Papua
yang sesungguhnya.
“Kalau
mereka mengaku berjuang untuk rakyat Papua, mengapa justru rakyat yang menjadi
korban? Ini bukan perjuangan, ini kejahatan terhadap sesama,” tegas Yonas.
Sementara
itu, Pendeta Markus Nauw, tokoh gereja di wilayah tersebut, mengungkapkan rasa
prihatin atas dampak kemanusiaan yang ditimbulkan dari aksi OPM. Ia menyebut
bahwa banyak anak-anak dan perempuan kini mengungsi tanpa bekal dan mengalami
trauma mendalam.
“Kami
berdoa agar masyarakat segera mendapatkan perlindungan dan bisa kembali ke
rumah. Tidak ada alasan apa pun untuk menyerang warga sipil. Kekerasan seperti
ini hanya menambah penderitaan,” ujarnya.
Serangan
brutal yang dilakukan oleh kelompok OPM di bawah pimpinan Mayor Manfred Fatem
ini kembali menunjukkan bahwa gerakan tersebut semakin kehilangan arah dan
dukungan rakyat. Alih-alih memperjuangkan masa depan Papua, tindakan mereka
justru memperdalam luka dan penderitaan masyarakat yang mendambakan kedamaian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar